Apa Bedanya Deposito Berjangka dan Syariah?

Apa Bedanya Deposito Berjangka dan Syariah?

149
0
SHARE

Apa Bedanya Deposito Berjangka dan Syariah?AnalisaToday – Berbagai jenis investasi untuk masa depan terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Ada beberapa jenis investasi baru yang banyak menarik orang. Bahkan, ada beberapa investor yang berani mengambil risiko besar untuk keuntungan yang lebih tinggi. Tapi beberapa investor masih melakukan investasi konvensional di mana risiko yang minimal masih menjadi pilihan utama untuk masa depan, seperti produk tabungan. Meskipun kinerja bank tertentu tidak begitu besar, karena tingkat keamanan yang lebih tinggi, produk tersebut masih banyak digandrungi.

Ada dua jenis deposito, yaitu deposito berjangka dan syariah. Jika Anda juga tertarik untuk berinvestasi di produk perbankan ini, berikut kami berikan pengertiannya.

Mengenal deposito

Deposito, mirip dengan tabungan, tetapi ada kenaikan ini suku bunga. Tapi waktu untuk membuat uang ditentukan oleh bank atau tanggal jatuh tempo, mulai dari 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan. Ketika diambil sebelum jatuh tempo, deposan akan dikenakan penalti. Dan beberapa bank lain juga menawarkan deposito dalam mata uang dolar di Hong Kong, dolar Singapura, Australia dolar, yen, pound, euro dan yuan.

Deposito Islam atau syariah, adalah jenis investasi dengan prinsip syariah, yaitu Mudharabah bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih di mana pemilik modal mempercayakan pengelolaan sejumlah modal dengan sistem bagi hasil, sehingga deposan memenangkan pendapatan manfaat dalam bank syariah. Pilihan investasi di suku bunga deposito juga mulai pada 1, 3, 6 atau 12 bulan. Keputusan batas waktu sebelum biaya administrasi. Pilihan mata uang untuk investasi sama dengan deposito.

Ada dua bentuk mudharabah, yaitu mudharabah mutlaqah (akun terbatas investasi, Uria) dan mudharabah muqayyadah (Restricted Investment Account, RIA). Kedua deposito syariah perbedaan dana Mudharabah mutlaqah sendiri tidak memberikan batasan atau persyaratan tertentu kepada bank syariah dalam mengelola investasi mereka, baik yang berkaitan dengan tempat, bentuk dan tujuan investasi, sedangkan mudharabah muqayyadah memberikan pembatasan atau khusus untuk bank syariah dalam mengelola investasi mereka, baik yang berkaitan dengan persyaratan situs, bentuk dan tujuan investasi.

(Santi Damayanti)