Deposito Bukanlah Produk Investasi?

Deposito Bukanlah Produk Investasi?

97
0
SHARE

Mengatur Perencanaan Investasi PensiunAnalisaToday – Bila saja Anda mendapakant iming-iming suku bunga yang begitu tinggi untuk tabungan deposito, jangan dulu gegabah untuk menganggukkan kepalasebagai tanda setuju. Suku bunga yang telah ditetapkan oleh bank memanglah merupakan kebijakan dari bank itu sendiri sehingga dalam setiap bank mempunyai suku bunga yang berbeda-beda. Bank Indonesia tak melarang bank-bank untuk memasang bunga deposito yang lebih tinggi dari pada bunga penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Berapapun tinggi bunga deposito, suku bunga yang akan dijamin oleh LPS tak lebih dari 7,5%.

Kalau Anda mendapatkan tawaran bunga sebesar 10% dalam jangka 3-6 bulan misalnya saja, dan bank sepakat bersedia memberikan bunganya di awalnya, Anda tentu perlu hati-hati. Kalau saja sewaktu Anda menyetorkan dana sekaligus mendapat bunga di muka, lalu bank mengalami kebangkrutan, sudah pasti Anda kehilangan akan dana pokok. Maka jika Anda tertarik ingin membuka tabungan deposito, janganlah pernah memilih bank untuk menaruh deposito atau menabung semata karena tawaran suku bunga yang kian tinggi. Sebaiknya pilih bank berdasar bagaimana reputasi, kinerja, dan juga sistem keamanannya.
Walau uang Anda telah dilindungi oleh LPS, namun bila bank menderita kebangkrutan, proses untuk menarik kembali dana yangtelah dijamin tersebut akan memerlukan usaha yang menguras tenaga. Cek lebih dulu nilai suku bunga penjamin LPS. Setelah itu baru bandingkan dengan jumlah bunga deposito yang ditawarkan oleh pihak bank. Bank yang mau memberikan suku bunga sama dengan LPS biasanya akan memberikan keamanan pada segi finansial pada nasabah, meskipun nilai keuntungannya tak terlalu tinggi.

Apabila Anda selalu mendapat jawaban ‘deposito’ sewaktu mencari produk investasi yang relatif aman, jangan dulu ¬†langsung percaya. Ini, sama layaknya tabungan, deposito bukanlah produk sebuah investasi. Sebuah produk keuangan baru dapat digolongkan sebagai satu investasi bila potensi hasil yang akan didapat melebihi faktor inflasi. Jika waktu ini deposito 1 tahun telah menawarkan bunga dengan besar 8%, setelah dipotong oleh pajak bunga, bersihnya akan menjadi 6,4%. Jikalau inflasi tahun ini sebesar 9%, maka deposito tak dapat disebut investasi, sebab hasilnya cenderung lebih rendah dari inflasi.

(Kikie Aditya)