Mengenal Sistem Bagi Hasil Bank Syariah Pada Instrumen Deposito

Mengenal Sistem Bagi Hasil Bank Syariah Pada Instrumen Deposito

108
0
SHARE

Mengenal Sistem Bagi Hasil Bank Syariah Pada Instrumen DepositoAnalisaToday – Salah satu yang sering dianggap sebagai pembeda dengan ekonomi, sistem utama populer dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam adalah bagi hasil. Sekitar 20 tahun yang lalu di negara ini, bank syariah masih satu, sering disebut bagi hasil Bank, bukan bank syariah.

Islam prinsip bank bagi hasil memiliki akar yang dalam di peradaban Arab pada abad ke-6. Pada saat itu, seorang pria bernama Muhammad bin Abdullah pedagang menjual barang milik pedagang Mekah dengan sistem bagi hasil. Muhammad sering kekurangan harga modal, tetapi kekuasaan. Karena ia bernegosiasi dengan jujur, banyak pedagang Mekah percaya padanya. Salah satunya adalah Siti Khodijah kemudian menjadi istrinya.

Muhammad tidak perdagangan saja, meninggalkan kafilah ke negara-negara Arab lainnya, bersama dengan pedagang lainnya. Hal ini tidak jarang di antara mereka bergabung. Bahkan dengan pedagang Mekah yang dipercayakan kepada barang pedagang, sering diadakan bersama oleh pasokan modal dan barang. Oleh karena itu, praktek kemitraan sudah lazim di masyarakat Arab pada waktu itu.

Karena kebanyakan hanya menyediakan modal, Muhammad dan pedagang lainnya memperoleh hasil dari keuntungan penjualan. Tentu saja, dengan kesepakatan tentang prinsip distribusi. Ada beberapa variasi dari asosiasi dan hasil dalam praktek modern saat ini, diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk skema bagi hasil dalam sistem ekonomi Islam. Yang populer adalah Mudharabah dan musyarakah.

Singkatnya, Mudharabah adalah upaya kerja sama antara dua pihak atau lebih dimana salah satu pihak adalah pemodalnya (Maal shahibul) dan lain-lain menjadi pengusaha (mudharib). Hasil perhitungan dan akuntabilitas, termasuk apakah kerugian, diatur dalam perjanjian sesegera mungkin.

Tapi pada dasarnya sistem bagi hasil berdasarkan prinsip kerjasama yang membela keadilan, apakah musyarakah mudharabah. Ya ekonomi Islam modern sering memisahkan Mudharabah dan Musyarakah, terutama ketika di ranah rencana pembiayaan syariah berlaku untuk produk bank syariah. Bahkan, Mudharabah sebenarnya bagian dari musyarakah. Musyarakah berakar pada konsep syariah yang berarti “campuran”. Dalam dunia bisnis, yang dapat modal campuran, atau pengalaman dari satu atau lebih pihak untuk menjalankan bisnis.

(Rahmat Hidayat)