Emas Berlimpah di Tanah Papua

Emas Berlimpah di Tanah PapuaYakin tidak yakin, emas di Papua selalu berlimpah, bila di dukung dengan kepercayaan pada Tuhan dan juga hati yang bersih.

Seorang yang bekerja dengan hati yang bersih dan juga kemauan yang tulus, pastinya akan temukan keajaiban yang satu dan juga kejaiban yang lain di Tanah Papua.

Misalnya di Sungai Mosairo, Nafisi yang terdapat di Kabupaten Nabire. Daerah itu bukanlah penghasil emas. Tetapi dengan kepercayaan doa, emas di daerah itu tidak pernah habis.

Orang-orang kebiasaan, entrepreneur dan juga tetua kebiasaan disana, senantiasa mengajak semuanya berkumpul dan juga berdoa. Bersukur dengan alam yang mereka punyai. Ini yang menyebabkan emas di daerah itu tidak pernah menyusut.

Sistem untuk hasil pada perusahaan Tunas Anugerah Papua Holding Company yang beroperasi di Nafisi dengan orang-orang yang memiliki hak ulayat tanah berbarengan dengan perusahaan juga jalan dengan baik.

Ada 133 kepala keluarga (KK) di daerah itu dan juga memperoleh dana untuk hasil dari perusahaan itu sekitaran Rp 5 juta sampai 10 juta per bulannya. Tidak cuma itu saja, kontrol kesehatan gratis dan juga tiap-tiap bln. memperoleh sembako dari perusahaan juga di nikmati oleh orang-orang setempat.

Tidak sama dengan Degeuwo yang berada di Kabupaten Paniai. Daerah itu yaitu penghasil emas paling baik di Papua. Tetapi lantaran orang-orang tidak menghormati alamnya, emas di daerah itu terakhir susah di cari.

Degeuwo itu malah dikotori dengan prostitusi. Miras (minuman keras) juga di mana-mana. Nyawa manusia yang tidak berdosa banyak juga mati di daerah itu, lantaran kekeliruannya sendiri.

Tanah Papua memanglah kaya tambang emas. Di Kabupaten Keerom, umpamanya, terdapat banyak tempat tambang emas yang sekarang ini dikelola oleh orang-orang setempat. Tempatnya di daerah Situs, Senggi, dan juga Skamto.

Orang-orang masihlah mencari emas lewat cara manual. Pasirnya disedot dengan penyedot yang digerakkan oleh satu genset, lantas akhirnya didulang di kali-kali di daerah itu. Nyaris semuanya kali, ada aliran emasnya di Keerom.

Setiap harinya orang-orang disana dapat mengantongi 5-10 gr emas dan juga di jual ke Kota Jayapura dengan harga emas sekarang ini kisaran Rp 500 ribu per gr.

Mereka mencari emas berkelompok dan juga hingga sekarang ini tetap masih lakukan aktivitasnya.

Ia mengharapkan, bila perusahaan menginginkan berinvestasi di daerah itu, mesti ada keberpihakan dengan orang-orang setempat.

Pemerintah Keerom telah bikin ketentuan daerah (perda) mengenai tambang. Tetapi perda itu dicabut kembali, lantaran tidak ada keberpihakan pada orang-orang.

Tidak cuma di Kabupaten Keerom, Nabire, dan juga Paniai. Tambang emas juga nyaris menebar di pelosok Tanah Papua. Sebut saja di Kota Jayapura, di selama Kali Anafre, lantas di Supiori, bahkan juga di kampungnya Gubernur Papua Lukas Enembe di Mamit, Kabupaten Tolikara.