Kasus Emas Setelah GTIS di Indonesia

Kasus Emas Setelah GTIS di IndonesiaAnalisaToday – Emas di dunia di Indonesia mulai rapuh. Setelah kasus GTIS kini telah muncul kasus lain. Kabarnya, agen dan klien PT Ocean Gold Noble (LEM) dapat mulai keraguan. Klien dana investasi tenggelam dalam LEM terancam.

Puluhan agen dan pelanggan datang ke markas Atau Samudra Mulia di lantai 12 Tour Dunia, Jakarta. Mereka menemukan sejumlah staf LEM. Perdebatan antara pelanggan, agen dan LEM tak terelakkan. Agen Golden Ocean Mulia telah mengungkapkan LEM telah berjanji untuk menyelesaikan pembayaran kepada pelanggan untuk satu tahun lagi, yaitu pada bulan April 2014. Janji yang sama disampaikan ke agen LEM.

Bahkan, komisi disunat sebesar 0,75% dari selisih harga emas LEM pada harga pasar. Asal tahu saja, LEM menjual emas dengan harga sekitar Rp700.000 per gram, lebih tinggi dari harga pasar Rp560.000 per gram, atau peringkat Rp140,000. Pembeli emas PT SEA emas berharga mendapatkan pengembalian dana / Gold yang sesuai periode pembayaran kontrak 2% dari 1%.

Fasilitas lain adalah Sell Back Guaranteed.

Fasilitas menjamin pembeli emas PT. Atau lautan Mulia bisa menjual produk emas yang dibeli untuk dijual kembali ke PT. Ocean Gold Noble dalam kontrak berakhir Jual instalasi Kembali Dijamin, dengan harga yang sama pada saat pembelian awal emas.

Fasilitas Bebas Biaya Administrasi.

Segala bentuk penjualan dan fasilitas yang disediakan oleh PT. Ocean Gold Mulia, pembeli bertanggung jawab untuk biaya administrasi dan juga mengurangi biaya ditanggung oleh PT kepada pelanggan. Ocean Gold Noble. Investasi emas sekarang kembali di Indonesia rapuh. Alasannya mungkin karena manajemen atau orang-orang yang di dalamnya bermasalah.

Kasus seperti ini adalah pelajaran setelah teguran. Pejaran bagi mereka yang ingin berinvestasi emas untuk berhati-hati. Menegur orang-orang serakah yang menumpuk tambang ditumpuk.

(Rahmat Hidayat)