Benarkah Kredit Koprasi Sebagai Solusi Masalah Simpan Pinjam?

Benarkah Kredit Koprasi Sebagai Solusi Masalah Simpan Pinjam?

89
0
SHARE

Benarkah Kredit Koprasi Sebagai Solusi Masalah Simpan Pinjam?AnalisaToday – Kendala utama yang dihadapi oleh usaha mikro dan kecil dalam memperoleh dana eksternal, termasuk kredit, adalah ketidakmampuan dan kurangnya persiapan untuk memenuhi persyaratan teknis bank. Para pengusaha mikro dan kecil yang umumnya kurang berpendidikan tidak memiliki aset yang dapat dijaminkan (agunan), salah satu persyaratan yang berlaku umum untuk kredit perbankan.

Meskipun usaha kecil dan mikro yang memiliki banyak tanah, harganya bisa jauh lebih tinggi dari nilai kredit yang mereka butuhkan, tetapi tanah tersebut secara keseluruhan masih aset mati, karena sedang tanah Girik tidak dilakukan dengan sertifikat dari kantor pertanahan. Selain itu, pengusaha kecil dan mikro juga memiliki keterbatasan mereka tidak digunakan untuk mendapatkan kredit di bank harus mengisi beberapa bentuk, mempersiapkan proposal kredit dan sebagainya.

Sementara itu, bank itu sendiri untuk memprioritaskan pinjaman untuk perusahaan menengah dan mereka lebih siap untuk memenuhi persyaratan teknis bank. Bagi bank, tentu lebih efektif untuk memberikan kredit kepada pengusaha besar Rp 1 m ilyar, daripada didistribusikan ke 100 pengusaha, yang masing-masing hanya membutuhkan 10 juta.

Selain itu, bank-bank sebenarnya bersaing untuk mengundang semua lapisan masyarakat untuk menyimpan uang di bank, bahkan dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Akibatnya, dana masyarakat tertarik oleh bank, termasuk dana milik pengusaha dan mikro dan petani kecil di desa-desa, dan kemudian didistribusikan ke pengusaha besar di kota-kota.

Kendala lain dalam bentuk pinjaman untuk pengusaha mikro dan kecil, dan warga dalam ekonomi lemah pada umumnya tidak pembentukan budaya dan perilaku tabungan nyata. Hal ini disebabkan kegiatan tabungan dan lembaga pinjaman belum menjadi salah satu sistem ekonomi dan menjadi nilai dalam masyarakat. Orang biasa-biasa saja pikir jika ada orang yang sengaja tidak membayar kredit, atau bahkan sibuk untuk berpartisipasi tidak membayar kredit.

Seiring dengan semangat reformasi, pemerintah telah membuat sejumlah kebijakan yang memberikan kesempatan bagi semua warga negara, terutama pelaku ekonomi rakyat untuk memperkuat posisi mereka melalui usaha koperasi kontainer. Untuk itu, pemerintah telah mencabut berbagai peraturan yang mencegah dan menghalangi orang koperasi, misalnya kebutuhan untuk bergabung dengan Koperasi Unit Desa (KUD). Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Nomor 18 Tahun 1998, yang berisi pencabutan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1984 tentang mempromosikan koperasi dan membuka lebih banyak kesempatan bagi orang untuk membangun koperasi.

(Rahmat Hidayat)