Kredit Pendidikan Dengan Bunga Dan Tanpa Bunga

Kredit Pendidikan Dengan Bunga Dan Tanpa Bunga

34
0
SHARE

 

Kredit Pendidikan Dengan Bunga Dan Tanpa BungaAnalisaToday – Tatkala seseorang sedang meminjam dana dari bank ataupun institusi sejenis, yang biasa terjadi di Indonesia ialah dalam bentuk KPR, kredit kendaraan bermotor, kredit kerja, atau kartu kredit. Namun dari pada itu sebenarnya kita pun dapat meminjam dana guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi. Pinjaman sejenis ini di luar negeri terkenal dengan ‘student loan’, sedang di Indonesia dikenal dalam berbagai nama, seperti BNI Cerdas dari Bank BNI, Kredit Bebas Agunan untuk Biaya Pendidikan (KBA Pendidikan) Bank Mandiri, serta sejumlah istilah sejalan lain tergantung kepada lembaga pemberi kredit itu sendiri.

Kredit Pendidikan Di Indonesia

Kredit Pendidikan semacam itu masih jarang dijumpai di Indonesia. Di tahun 1980-an ada sebuah kabar mengenai program sejenis pernah diadakan oleh Pemerintah. Kian tetapi program Kredit Mahasiwa Indonesia (KMI) itu dihentikan beberapa tahun setelahnya sebab banyak dana yang tidak pulang. Dalam dua tahun belakangan, isu kredit pendidikan mencuat lagi, namun masih belum ada kepastian dari pihak Pemerintah tentang apakah akan ada program nasional kembali dalam kredit pendidikan. Sementara  bersamaan dengan itu sejumlah bank swasta dan nasional, serta institusi pemerhati pendidikan, sudah menyelenggarakan kredit pendidikan untuk mereka yang memerlukan.

Bisnis.com pun pernah meliput tiga lembaga pemerhati pendidikan yang memberikan kredit pendidikan non-bunga, ialah yayasan Surya University Tangerang, Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap, dan Putra Sampoerna Foundation (PSF). Ketiga institusi ini menyambut mulai dari pelajar sampai mahasiswa tingkat S1 dalam kandidat penerima kredit pendidikan. Penerima kredit bisa menjalankan studi tanpa harus merisaukan biaya, kemudian baru mulai mencicil pengembalian ketika mulai bekerja. Dari pengembalian itu kemudian digulirkan kembali ke pelajar ataumahasiswa lain yang memerlukan. Akan tetapi, masing-masing lembaga hanyalah memfasilitasi pelajar dan mahasiswa yang telah memenuhi syarat tertentu, dan hanya merekalah yang memenuhiyang  bisa mengajukan aplikasi kredit pendidikan di sana. Maka dari itu untuk pihak-pihak yang merasa kekurangan atau kusilatan dalam hal financial, berpikirlah untuk menggunakan jasa-jasa yang ditawarkan oleh bank yang memang diunggulkan otoritasnya.

(Kikie Aditya)