Mengenal Macam-Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha (2)

Mengenal Macam-Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha (2)

163
0
SHARE

 

Mengenal Macam - Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha 2AnalisaToday – Kredit Usaha. Apabila kredit konsumsi adalah pinjaman bagi individual yang umumnya ditujukan guna pembelian barang atau jasa yang sifatnya konsumtif, maka kredit usaha menyasar perusahaan atau bisnis tertentu di mana pengusaha atau enterpreneur-nya memerlukan dana segar guna mengembangkan bisnis (ekspansi) ataupun segi operasional perusahaan. Menurut penggunaan dana pinjaman, kredit usaha seperti ini dapat berbentukatas Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja. Kredit Modal Kerja ditujukan dalam meningkatkan produksi dalam segi operasional bisnis, sedang Kredit Investasi sendiri lebih diarahkan pada pengadaan barang modaldalam  jangka panjang di sebuah ekspansi.
Kredit Usaha lebih bermacam dari pada kredit konsumsi di dalam hal pinjaman dan lama cicilan. Besaran pinjaman setidaknya bisa sekecil 5 juta Rupiah, dan besar maksimal tergantung dengan kemampuan masing-masing banknya. Umumnya, nasabah yang mengajukan permohonan kredit akan disesuaikan dengan skala usahanya, lalu bank kian memutuskan akan masuk golongan mikro, korporasi, atau ritel. Kredit mikro biasanya dipegang oleh mereka yang memerlukan modal kecil layaknya petani dan pedagang pasar. Kredit ritel sekelas di atas kredit mikro, dan biasanya dipegang oleh pengusaha UMKM. Sedangkredit korporasi dikhususkan bagi perusahaan berskala lumayan besar. Bunga bagi masing-masing kelompok tentu berbeda tergantung dengan bagaimana kebijakan bank, begitulah pula mengenai persyaratan agunan yang diperlukan sebagai penjamin atas pinjaman.

Dalam penelitian kelayakan suatu perusahaan dalam memperoleh kredit usaha, bank kian memeriksa keadaan perusahaan dan operasionalnya, termasuk pula potensinya. Tentu, hal ini bergantung pada kebijakan bank. Pemikiran masing-masing bank dalam memberikan kredit kelak akan bergantung atas penilaian yang cenderung sulit diprediksi oleh orang awam. Namun dari pada itu apabila suatu usaha pernah menerima kredit dari suatu bank dan ternyata dapat lancar membayar cicilan, kemungkinan untuk memperoleh kredit lagi di kemudian hari masihlah tinggi. Kebalikannya, perusahaan yang sedang bermasalah dengan sendirinya akan sulit menemukan bank yang mau memberikan sedikit pinjaman sekalipun. Maka dalam hal ini ketelitian bank tertentu sangat diperlukan dalam memungkinkan otoritas pinjaman yang layak dan aman.

(Reshie Fastriadi)