Menjadi Nasabah Kredit Yang Bertanggungjawab

Menjadi Nasabah Kredit Yang Bertanggungjawab

21
0
SHARE

 

Menjadi Nasabah Kredit Yang BertanggungjawabAnalisaToday – Ya, pada dasarnya, kita tahu bahwa tatkala kita “mengambil kredit”  itu berarti “berhutang kepada bank”. Namun, tak banyak yang memahami benar kalau kredit itu juga muncul bersama kewajiban untuk melunasi hutang. “Hutang” berbentuk dana yang kita gunakan itu bukanlah miliknya kita. Sejalan dengan etika sebagai manusia, barang yang telah dipinjam haruslah dikembalikan lagi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Sebagai konsekuensi atas pemahaman ini, maka:

  • Janganlah mengambil kredit jika tidak sanggup untuk mengembalikan,
  • Janganlah dengan mudah meminta kredit untuk digunakan memberi dana kredit itu kepada orang lain lagi, dan
  • Janganlah ambil kredit lagi tatkala Anda sedang kesulitan melunasi kredit yang lain.

Menjaga Dana Kredit dan Berhati-hati Dalam Penggunaannya

Ini sudah kerap kali terjadi, seorang yang mengambil kredit usaha, namun kemudian separuh atau lebih dari dana kredit itu dimanfaatkan bukan untuk kebutuhan pengembangan usaha. Ini merupakan sikap tiada bertanggungjawab yang biasa dilakukan oleh  nasabah kredit, bahkan malah dianggap lazim. Banyak pula yang berpikir kalau dana kredit dapat digunakan untuk usaha lain yang mempunyai risiko lebih tinggi supaya bisa mendapat profit yang besar, melupakan potensi usaha lain itu mengalami kerugian. Padahal, memanfaatkan dana kredit untuk selain tujuan awal itu artinya kemampuan Anda dalam merealisasikan pembayaran kredit jadilah berkurang.

Sedang jika Anda memegang kartu kredit, maka kewaspadaan ini diantaranya dapat diaplikasikan dalam bentuk menjaga PIN dan tak memberikan kartu untuk digunakan oleh sembarang orang. Pastikan kalau Anda mampu membayar tagihan bulan ini dengan perolehan Anda di bulan depan, dan jangan mudah tergoda dengan penawaran menggiurkan yang dapat berakhir sia-sia.

Tidak Mengabaikan Kesulitan Bayar Cicilan

Apabila Anda tak bisa membayar cicilan bulanan dan kesulitan mengembalikan pinjaman, sebaiknya Anda mengontak pihak bank secepatnya. Semakin cepat tindakan Anda, semakin banyak pilihan bantuan yang bisa ditawarkan oleh bank. Tentu, bank tak mungkin mengikhlaskan dana yang dulu diberikan begitu saja, karena itulah bank biasanya mempunyai beberapa strategi untuk membantu seorang nasabah kredit yang memang kesulitan membayar cicilan dan juga bunga pinjaman.

(Rahmat Hidayat)