Alasan Para Petinggi Bisnis Properti Mundur

Alasan Para Petinggi Bisnis Properti Mundur

179
0
SHARE

Alasan Para Petinggi Bisnis Properti MundurAnalisaToday – Mundurnya pejabat dan pemuncak perusahaan properti di China, juga terjadi di Indonesia. Namun ada perbedaan yakni, bila mereka mundur karena bisnis properti atau real estate sedang anjlok, tetapi di Indonesia adalah soal integritas dan tantangan baru.

Indra Wijaya, Direktur mantan Deputi II PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengungkapkan pengunduran dirinya dari perusahaannya tersebut karena ada janji yang dibatalkan. Sebagai perusahaan publik, Indra mengatakan, PT Agung Padomoro Land Tbk harus menjaga komitmen untuk menepati janji.

Indra mencabut setelah surat pengunduran diri resmi pada 1 Desember 2014 lalu. APLN yang tak mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) selama 60 hari sejak pengunduran dirinya tersebut kemudian menggeser posisi Indra.

Itula mengapa per 31 Januari 2015, susunan direksi APLN jadi Direktur Utama dijabat Trihatma Kusuma Haliman, Wakil Direktur Utama ditempati Ariesman Widjaja, dan 5 direktur lainnya; Noer Indrajaja, Cesar M Dela Crus, Bambang Setiobudi Madjan, Paul Christian Ariyanto dan Miarni Ang. Sementara Johannes Mardjuki, hengkang dari PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dikarenakan dapat penawaran yang lebih baik.

Johannes hengkang selepas mendedikasikan keahliannya di SMRA dari 23 Juni 2006 sampai 1 Februari 2015. Saat ia memegang posisi puncak yang menjabat sebagai Direktur Utama SMRA, berbagai prestasi berhasil ditorehkannya.

Termasuk menjadikan SMRA perusahaan pengembang yang cukup disegani dengan data penjualannya yang selalu di atas Rp 3 triliun. Selepas meninggalkan jabatannya di SMRA, Johannes lalu berpaling pada AKR Group. Ini adalah imperium bisnis yang awalnya berbasis bahan dasar migas dan kimia. Dalam perkembangannya, AKR Group pun merambah berbagai sektor, termasuk jasa infrastruktur dan logistic.

Di sektor infrastruktur, AKR Group sedang mengembangkan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Proyek dengan luas 2.200 hektar ini mengintegrasikan pelabuhan laut dalam, kawasan hunian dan kawasan industry.

Sementara itu, kini Indra sedang asyik merintis bisnis properti dengan mempersiapkan proyek superblok di Bekasi (Jawa Barat), dan Grogol (Jakarta Barat). Kedua proyek ini masih dalam tahap desain.

(Rahmat Hidayat)