Tak Selalu “Lokasi” Jadi Unsur Pertama Dalam Bisnis Property

Tak Selalu “Lokasi” Jadi Unsur Pertama Dalam Bisnis Property

53
0
SHARE

Tak Selalu “Lokasi” Jadi Unsur Pertama Dalam Bisnis PropertyAnalisaToday – Banyak profesional dan pengusaha masih menganggap keberhasilan nyata terletak pada investasi real estat atau property; “lokasi, lokasi, dan lokasi.” Tapi itu tidak selalu dianggap benar oleh semua.

“Kunci keberhasilan bisnis di real estate adalah lokasi, lokasi, dan konsep,” kata Andreas Audyanto, Direktur PT Surya Agung Realti-pengembang Botanica Valley.

Menurut dia, “lokasi” dari makro pertama, “tempat” adalah mikro kedua, sementara konsep ini memainkan peran penting dalam keberhasilan suatu proyek.

“Jadi lokasi tidak baik dapat berhasil dengan penerapan konsep yang baik,” katanya. “Selain itu, target konsumen juga harus disesuaikan dengan captive market yang diinginkan.”

Dia memberi contoh perumahan Botanica Valley. Lokasinya cukup jauh dari jalan utama, tapi di sini memberikan lebih dari kenyamanan rumah pintar dan terbuka lebar untuk 65% dari total luas ruang hijau.

“Ketika di daerah BSD misalnya, sudah sangat sulit untuk mendapatkan rumah di bawah harga 1,5 miliar, di konsumen Botanica Valley memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dengan hanya 400 juta dengan konsep, kenyamanan , teknologi dan fasilitas yang setara, bahkan lebih” ucapnya.

Semakin menarik bagi investor di bidang investasi properti Indonesia. Namun, sebelum investasi, layak disimak tips investasi real estat di bawah ini.

Yang pertama dan paling penting adalah lokasi, karena yang bisa meningkatkan nilai jual, namun jangan terfokus pada lokasi, karena lokasi bisa kalah dengan konsep yang diterapkan. Kemudian kedua, akses, apakah dekat jalan raya, bandara, stasiun dan tempat umum lainnya. Ketiga, tumbuh di daerah strategis. Hal ini terletak di daerah budidaya atau tidak. Anda juga dapat menentukan harga properti. Nah, jika Anda ingin berinvestasi di properti, modal yang dibutuhkan cukup terjangkau. Investasi perumahan sekitar 300 juta, sedangkan jumlah sewa Rp150 juta.

(Rahmat Hidayat)