Ini Penyebab Mengapa Penjualan Reksa Dana Menurun

Ini Penyebab Mengapa Penjualan Reksa Dana Menurun

24
0
SHARE

Ini Penyebab Mengapa Penjualan Reksa Dana MenurunAnalisaToday – Jumlah operator reksa dana di Indonesia menurun drastis. Hal ini terlihat dari data jumlah dana investasi efek yang mewakili agen penjualan (WAPERD) yang dalam waktu satu bulan dikurangi dengan 4.935 orang.

Mengutip data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Mei, jumlah WAPERD pada akhir Mei 2015, untuk 17 921 orang. Jumlah ini jauh lebih rendah dari pada bulan April 2015, yang mencapai 22 856 orang. Sementara itu, dibandingkan dengan akhir Desember 2014, jumlah tersebut berkurang 3563 orang.

Noor Rachman, Wakil Komisione Bidang Pasar Modal OJK mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan pedagang reksa dana di bawah, antara lain, pemegang lisensi tidak WAPERD penggunaan dan properti lisensi diperpanjang. “Ada beberapa yang juga mundur karena tidak memenuhi persyaratan,” kata Noor.

Tidak hanya di WAPERD, ada beberapa pelaku pasar modal lainnya jumlhanya juga menurun. Misalnya, jumlah notaris. Akhir tahun lalu, jumlahnya mencapai 1.689 notaris. Kemudian pada akhir sisa terakhir 1686 bulan.

Penasihat Investasi juga berkurang dari tujuh menjadi hanya enam. Demikian pula, jumlah manajer investasi (IM) dikurangi dengan satu. Secara keseluruhan, jumlah lembaga dan profesi seperti pasar saham mengalami penurunan dari 37 685 pada akhir 2014-34 437 sampai akhir Mei 2015.

Untuk informasi tambahan, ada 20 pihak, termasuk lembaga-lembaga dan profesional dukungan pasar modal. Adalah organisasi swa-regulasi (SRO), yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Indonesia (KPEI).

Lalu ada efek perusahaan adalah sebesar 140 perusahaan. Broker (PPE) serta 123 perusahaan. Underwriters sebanyak 98 perusahaan. Lalu ada kantong pelari perwakilan (WPPE) dan wakil-pelanggan (WPEE).

Angka-angka pada akhir Mei 2015, masing-masing sebanyak 8.199 orang dan 1.935 orang. Ada juga penasihat investasi untuk enam orang. Efek dari agen penjualan dana investasi (aperd) sebanyak 24 perusahaan. Kemudian, MI 80 perusahaan, perwakilan dari manajer investasi (WMI) untuk maksimal 2.707 orang.

Kustodian ada 22 perusahaan, manajemen sekuritas kantor (BAE) untuk 12 perusahaan, dan nilai-nilai Peringkat tiga. Administrator mengatakan bahwa ada 11, ada 170 penilai, notaris 1868, kuasa hukum 722. Sementara itu, jumlah counter ada 574 orang dan Harga Badan Efek Indonesia (LPHEI) ada satu.

(Rahmat Hidayat)