Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation (3)

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation (3)

162
0
SHARE

 

Strategi Investasi Reksa Dana, Asset Allocation 3AnalisaToday – Investable Asset. Investable Asset yakni nilai aset yang dapat diinvestasikan. Sebagai misal, dengan anggapan HWNI adalah Rp 5 M, tatkala seseorang punya dana kas sebanyak Rp 8 M, maka alangkah baik hanya Rp 3 M saja yang diinvestasikan. Sisanya dapat diletakkan pada deposito atau bisnis yang hasilnya dapat menutupi seluruh kebutuhan bulanan. Dana Rp 3 M ini kelak saya sebut dengan istilah Investable Asset. Dalam hubungannya dengan strategi aset alokasi, artinya total dana yang saya hitung jadi Rp 3 M saja. Misalkan ada rekomendasi sebesar 50% diletakkan pada reksa dana saham, maka yang diletakkan ialah Rp 1,5 M (Rp 3 M x 50%, bukan dari yang Rp 8 M).

Maka apabila anda punya bisnis, maka dana yang dimanfaatkan ialah dana di luar pergerakan dan rencana ekspansi dalam bisnis. Benar-benar dana yang bermuasal dari profit ditahan dan belum ada kegunaannya untuk operasional perusahaan.

Strategi Investasi Aset Alokasi

Dalam mengerjakan strategi aset alokasi, setidaknya ada 3 hal yang mesti dimengerti oleh investor.

Pertama : Tujuan

Investor harus mengerti kalau tujuan dari strategi Aset Alokasi ialah untuk mengurangi risiko. Mengoptimalkan return bukanlah fokus utama dari strategi ini. Mengurangi risiko bukannya berarti tidak mungkin rugi, hanya jika hanya terjadi kerugian maka nilainya tentu akan jadi lebih kecil dibanding pasar. Fokus lain dari strategi ini yakni untuk mengepaskan antara macam portofolio reksa dana terhadap profil risiko.

Kedua : Asset Class dan Historical Return

Aset alokasi artinya kita akan membagi dana investasi ke dalam berbagai jenis aset sekali pukul. Untuk itu, kita butuh tahu macam aset yang ada dan pergerakan historisnya. Dengan begitu kita bisa tahu bagaimana operasi aset itu sewaktu kondisi pasar sedang dalam kondisi baik atau sebaliknya. Jika anda pernah membaca buku-buku literatur dari luar negeri, yang namanya kelas aset sangat bermacam. Berawal dari Saham Value, Saham International, Saham Growth, Saham Big Cap, Saham Medium Cap, Saham Small Cap, Emas, Komoditas, Obligasi Korporasi, Obligasi Sampah(Junk Bond), Obligasi Pemerintah, Barang Antik, Properti, REITS, produk derivatif hingga Valas. Langkah ke tiga akan dibahas dalam artikel berikutnya.

(Muhammad Rizal)