Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation (4)

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation (4)

94
0
SHARE

 

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation 4AnalisaToday – Ketiga : Komposisi Aset. Yang termaksud dengan komposisi aset yakni sekian % menuju deposito, sekian % menuju reksa dana pendapatan tetap, campuran serta saham hingga totalnya 100%. Untuk memutuskan berapa %, secara akademik bukanlah perkara yang mudah. Berkaca dari perkara itu sudah ada teori Efficient Frontier, Single Index Model dan bermacam teori lain untuk menghitung komposisi yang paling maksimal. Yang diartikan dengan optimal yakni pada saat yang sama memaksimalkan return dan secara bersamaan juga meminimalkan kecenderungan risiko.

Sepanjang karir, pada saat masih menjadi pelaku, tentu telah sering mengerjakan simulasi pada teori-teori itu. Menurut hemat saya terdapat beberapa kelemahan prinsipil dari teori di atas antara lain layaknya data historis yang belum tersedia dalam kurun waktu yang panjang, alokasi kian semakin besar pada reksa dana yang pergerakan historisnya bagus padahal justru tidak ada jaminan kinerja itu bisa dijaga, dan tidak dapat dikombinasikan antara macam asset class yang berbeda sebab akan bikin sebagian besar atau hampir dari  seluruh alokasi bertolak ke jenis yang lebih konservatif.

Untuk permasalahan itu, dibuatlah suatu jenis alokasi yang lebih simple yakni berdasarkan profil atas risiko. Umpama profil risiko anda yakni agresif, maka 70% investable asset milik anda ditempatkan dalam reksa dana saham, sisanya akan dibagi rata dalam deposito atau reksa dana pasar uang, reksa dana campuran serta reksa dana pendapatan tetap yaitu masing-masing sebesar10%. Demikian juga jikalau profil ada konservatif, maka sebesar 70% di yakni dana pendapatan tetap serta sisanya juga dibagi rata. Dari 4 profil risiko yang ada, komposisi asetnya adalah seperti itu.

Jadi strategi Asset Allocation ini sebetulnya cukup sederhana, tempatkan saja 70% pada macam aset sesuai dengan profil risiko lalu sisanya dibagi rata pada 3 jenis asset class yang lain. Jikalau anda menganggap 70% terlalu tinggi, maka menurut hemat saya antara 50 – 70% ialah variasi yang wajar. Tiada ada dasar teori maupun studi empiris yang mendasarkan ketentuan ini, hanya berdasar insting dan kepraktisan saja.

(Kikie Aditya)