Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation 5

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation 5

55
0
SHARE

 

Strategi Investasi Reksa Dana, Asset Allocation 5AnalisaToday – Dalam buku Intelligent Investor yang telah sejak lama ditulis (barangkalai anda selaku pebisnis sudah tahu), Benjamin Graham gurunya Warren Buffett juga memberikan saran atau kritik bahwa investable asset alangkah lebih baiknya bisa diratakan dalam 50% di saham dan 50% lagi dalam obligasi pemerintah atau obligasi korporasi yang berkualitas bagus di hutangnya. Walau dalam buku itu sangatlah banyak angka-angka historis yang memaparkan mengapa investor mesti melakukan asset alokasi, namun berdasar apa yang saya ketahui tidak ada studi empiris yang mengajarkan komposisi itu adalah yang terbaik.

Asumsi yang dipakai yakni dengan mengerjakan hal tersebut, investor kian terhindar dari risiko tatkala pasar saham sedang anjlok dan punya tambahan uang dari kupon obligasi guna membeli saham tatkala harganya sedang anjlok. Di samping itu, dengan terdapatnya pendapatan dari kupon obligasi, investor dapat memakai uang itu untuk pembelian di harga paling rendah tatkala harga saham sedang anjlok

Simulasi Kinerja Historis Strategi Asset Alokasi

Seperti apa yang telah dan sempat dibahas pada bagian mula, di mana fokus dalam rencana yang berkaitan dengan strategi aset alokasi yakni untuk meminimalkan kecenderungan risiko, pertanyaannya kemudian adalah seberapa efektif risiko investasi dapat jadi minimal? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, tentu harus melakukan simulasi kinerja historis mulai periode 2001 – 2014.

Misalkan anda merupakan seorang investor dalam profil risiko sangat dan begitu konservatif, maka pada tahun 2001 anda mungkin akan berinvestasi dengan penataan komposisi sebesar 70% pada deposito atau disebut juga reksa dana pasar uang dan masing-masing sebesar 10% dalam reksa dana pendapatan tetap, saham dan campuran. Pada tahun itu, tingkat return yang anda dapatkan adalah sebanyak 7.54%. Pada waktu yang sama, pasar atau IHSG akan menderita kerugian -5.83%, yang mana pada akhir tahunnya tentu komposisi ini akan berubah di mana tadinya deposito yang besarnya 70% akan meningkat oleh sebab mendapatkan kembalian sebanyak 10.60% (lihat dari data return historis asset class) sementara reksa dana saham yang porsinya sebanyak 10% kian berkurang sebab mengalami kerugian.

(Santi Damayanti)