Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation 6

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation 6

44
0
SHARE

 

Strategi Investasi Reksa Dana, Asset Allocation 6AnalisaToday – Dari data yang ada, sekali lagi meyakinkan bahwa tiada ada strategi yang punya jaminan untuk tidak menderita kerugian. Portofolio dalam profil sangat konservatif sekalipun walau telah menempatkan sebanyak 70% dana di deposito tetap merugi di tahun 2008. Hanya saja tingkat kecenderungan kerugian dibandingkan IHSG (Pasar) akan menurun dari 3 kali menjadi 2 kali, begitu juga dengan persentase kerugiannya.

Dalam sudut persentase, kerugian paling besar yang pernah dialami oleh pasar yakni -50.64% dalam satu tahun, sedangkan dengan strategi aset alokasi tingkat kerugian terbesar yang pernah diderita berkisar dari -4% sampai -40% dalam satu tahun. Namun bersama dengan anjloknya risiko, begitu juga dengan tingkat pengembalian atau return. Return paling tinggi pasar dalam satu tahun yang pernah terjadi yakni sebanyak 86%. Sedang return paling tinggi dalam strategi aset alokasi berada di antara 19% sampai 74%.

Apabila return compounding itu diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih simple, maka apabila anda mengerjakan investasi sebanyak Rp 1 juta di 31 Desember 2000 dan menjualnya kembali pada 31 Desember 2014 tepat dengan strategi di atas.

Return pasar yang cenderung tinggi, bahkan bila dibandingkan denganportofolio yang agresif sekalipun tidak melulu disebabkan sebab potensi return yang anjlok sebab dana diletakkan pada deposito, reksa dana pendapatan akan tetap dan reksa dana campuran yang returnnya cenderung lebih rendah. Namun tetapi pula sebab rerata reksa dana saham yang dipungut dari Infovesta Equity Fund Index dengan historis memang kalah jika dibandingkan IHSG.

Sama layaknya reksa dana saham, baik bagi reksa dana perolehan dan reksa dana campuran pun memakai angka rata-rata dari semua reksa dana semacam yang ada di pasar. “Rata-rata” artinya terdapat reksa dana yang beredar di bawah rata-rata dan ada pula yang di atasnya. Jikalau investor dapat menemukan reksa dana yang dengan konsisten membukukan pengerjaan di atas rata-rata maka itu akan sangat berpotensi dapat memperoleh hasil yang lebih baik. Termasuk dalam segi pengeluaran maupun pemasukan.

(Rahmat Hidayat)