Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah (1)

Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah (1)

113
0
SHARE

 

Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah (1)AnalisaToday – Penurunan kurs Rupiah sampai lebih dari 13,000 per Dolar beberapa hari ini telah menjadi info terpanas menjelang tahun berakhir. Bermacam faktor merupakan penyebab kurs Rupiah melemah; seperti fundamental dunia ekonomi Indonesia yang begitu rapuh dan sentimen regional Asia juga negara-negara berkembang yang makin buruk dan menyebabkan pelarian modal ke luar negeri.

Penurunan nilai tukar (kurs), atau depresiasi suatu mata uang, sering dipandang secara negatif. Mengapa? Padahal sebetulnya, ada yang diunggulkan dan ada juga yang dirugikan. Kurs Rupiah melemah mempunyai bermacam implikasi pada masyarakat, baik individual maupun perusahaan.

  1. Nilai Gaji Dalam Dolar AS Meningkat

Tiada perlu dijabarkan pun, fakta ini sudah mudah dipahami. Kurs Rupiah melemah mengakibatkan nilai gaji dalam wujud Dolar AS dan mata uang asing lainnya jadi meningkat tatkala ditukarkan Rupiah. Kiriman perbulan TKI sebesar 500 USD kepada keluarganya di Indonesia, contohnya. Sewaktu kurs Rupiah 12,000 per Dolar AS, jumlah itu akan setara dengan uang 6 juta Rupiah; namun apabila kurs Rupiah melemah sampai 13,000 per Dolar AS, nilainya akan meningkat jadi sekitar 6,5 juta Rupiah.

Dengan sendirinya ini akan meningkatkan penghasilan dan kemakmuran keluarga Indonesia yang kebetulan saudaranya bekerja di luar negeri, dan juga membuat banyak orang makin berkeinginan untuk menjadi seorang TKI.

  1. Meningkatkan Daya Saing Produk Made In Indonesia di Luar Negeri

Sudah biasa diketahui pula bahwa jika kurs Rupiah melemah, harga produk Indonesia kian makin murah untuk konsumen yang domisilinya di luar negeri. Secara teori, kasus semacam ini dapat menaikkan pangsa pasar untuk produk-produk Made In Indonesia. Di samping itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan menerima pembayaran dari luar negeri dalam wujud Dolar AS yang nilainya kian tinggi seiring dengan melemahnya Rupiah. Dengan begitu, keadaan ini cenderung meningkatkan ekspor Indonesia.

Naiknya daya saing produk Made In Indonesia di luar negeri sangat berpotensi dalam memicu ekspor Indonesia dan mengunggulkan perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada ekspor kalau biaya produksi barang-barang ekspor tersebut bisa stabil dalam kisaran normal.

(Kikie Aditya)