Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah (2)

Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah (2)

149
0
SHARE

 

Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah 2AnalisaToday – Harga Barang Impor Naik. Salah satu dari banyak dampak yang terasa langsung tatkala kurs Rupiah melemah ialah naiknya  harga barang-barang impor. Sebagian besar jalur perdagangan luar negeri Indonesia memang berjalan dengan perantara Dolar AS, maka mahalnya Dolar AS kian mengakibatkan harga barang impor pun semakin mahal. Apakah ini baik?

Teruntuk produk impor dari macam produk konsumsi, barangkali bagus. Katakan saja harga buah impor naik, mungkin orang akan tertarik kalau membeli buah lokal yang relatif lebih segar dan murah. Kalau masyarakat lebih suka dengan buah lokal, impor buah pun pasti  turun. Pendapatan seorang importir buah otomatis anjlok, namun di waktu yang bersamaan kian menggeser rejeki untuk pedagang buah dan petani lokal.

Tetapi, naiknya harga produk impor ini kian buruk sekali untukl industri yang  menggunakan bahan baku impor, misal dalam industri Tempe dan Tahu. Kebutuhan kedelai Indonesia dipenuhi impor, maka bila kurs Rupiah melemah teru-terusan, harga kedelai pun makin menjulang tinggi, kemudian harga Tempe dan Tahu naik, dan industrinya kian terancam gulung tikar.

  1. Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat

Untuk menjalankan rencana pembangunan negara, pemerintah sering sekali harus hutang, baik dengan langsung ke negara tertentu atau lembaga, ataupun dengan cara menerbitkan obligasi (surat utang). Perusahaan swasta juga ikut-ikutan perlu hutang dulu untuk dana perkembangan usahanya. Apabila hutang-hutang itu dilakukan dalam wujud Dolar AS, pengembaliannya tentu harus dilakukan menggunakan mata uang yang sama, meski kurs Rupiah ketika pengembalian hutang sangat beda dengan waktu pemberian hutang.

Miaslnya saja perusahaan A berhutang 1 juta USD tatkala kurs Rupiah masih di 12,000 per Dolar AS, atau bisa diartikan ia akan mendapatkan dana fresh dari sumber hutang dengan besar 12 milyar Rupiah. Dalam perjanjian, satu tahun setelahnya ia musti mengembalikan hutang itu plus dengan bunga 2% (20,000 USD). Di perjanjian awal, ia barangkali mengira hanya butuh mengembalikan 12 milyar Rupiah ditambah bunga 240 juta Rupiah. Namun jikalau tatkala jatuh tempo pengembalian hutang ternyata kurs Rupiah melemah sampai 13,000 per Dolar AS, karenanya besar jumlah yang musti dikembalikan perusahaan A itu sebanyak 13 milyar Rupiah ditambah bunga 260 juta Rupiah.

(Reshie Fastriadi)