Cara Perpuri Membuat Uang Logam dan Kertas

Cara Perpuri Membuat Uang Logam dan Kertas

691
0
SHARE

Cara Perpuri Membuat Uang Logam dan KertasAnalisaToday – Peruri adalah perusahaan milik negara yang ditugaskan untuk pembuatan koin uang dan kertas. Peruri memiliki kapasitas cetak 1,7 juta keping koin dan 7 miliar bilyet atau uang kertas per tahun. Tidak banyak orang tahu bagaimana mencetak uang. Nah, berikut kami berikan bocorannya.

Kepala Percetakan koin Peruri Purwanto mengatakan bahwa langkah pertama dalam membuat uang adalah untuk membuat desain. “Kami memiliki desainer handal yang bekerja di ruangan khusus, tidak semua orang bisa masuk,” ucap Purwanto. Ia mengatakan desain uang koin akhir dibuat pada tahun 2010 dengan denominasi Rp 1.000

Setelah proyek selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah untuk membuat cetakan gips. Teknik yang digunakan untuk membuat plester cor cetakan menggunakan congkel. Cetakan lembut kemudian menjadi cetakan resin atau cetakan keras.

Setelah itu, maka pemindaian digital dilakukan untuk membuat cetakan dalam bentuk segel sesuai dengan ukuran koin. Segel cetakan berbentuk terdiri dari dua jenis, yaitu Patris atau indukan dan matris atau turunannya.

Purwanto mengatakan, bahan baku yang digunakan adalah uang koin normal dari Bank Indonesia. Ada dua jenis bahan baku yang digunakan untuk membuat koin, yaitu aluminium pecahan Rp 100, Rp 200 dan Rp 500 dan baja berlapis (NPS) dalam denominasi Rp 1000. Dua bahan baku yang dicetak dengan teknik menggunakan pres 50 ton tekanan untuk aluminium dan 140 ton untuk NPS untuk membawa bantuan. Peruri dimiliki mesin cetak dengan kapasitas 700 lembar per menit atau 150 juta buah per bulan.

Dalam mata uang, Purwanto mengatakan, ada unsur-unsur yang harus diperhatikan, yaitu, nilai intrinsik atau nilai material. Nilai ini tidak harus lebih tinggi dari nilai nominal uang. Dalam setiap bagian, kerusakan batas maksimum hanya 0,15 persen. Jika Anda melebihi batas itu, Peruri akan dikenakan penalti BI dalam bentuk denda.

Hampir sama dengan koin, pencetakan uang kertas juga dimulai dengan desain. Desain ini kemudian diubah menjadi pelat cetak dengan teknik ukiran atau tuas. Tujuannya adalah untuk membuat kesan bahwa ada kesenjangan di mana tinta mengalir.

(Rahmat Hidayat)