Hubungan Nilai Tukar Rupiah Dan Harga Barang Di Pasar (2)

Hubungan Nilai Tukar Rupiah Dan Harga Barang Di Pasar (2)

99
0
SHARE

 

Hubungan Nilai Tukar Rupiah Dan Harga Barang Di Pasar 2AnalisaToday – Permintaan produk dari luar negeri yang melemah akan mengakibatkan ekspor kita jadilah rendah. Kalau ekspor rendah, sedang impor kita masih senantiasa tetap tinggi, maka oleh sebab itu kita tentu akan menderita dan mengalami defisit neraca perdagangan yang dapat sangat mempengaruhi segi negatif atas jumlah total devisa kita, sekaligus juga  dapat membuat nilai tukar Rupiah menjadi begitu sangatlah rendah dan melemah. Apabila ekspor berkurang dan impor juga melemah, maka wajar jika volume perdagangan kian menurun, namun masih mungkin berada di titik keseimbangan tertentu. Ini bukannya tidak akan mungkin. Katakan saja tingkat konsumsi apel impor kita berkurang, untuk itu impor buah apel pun pasti akan turun. Masalah adalah sebagian besar impor Indonesia yang berwujud bahan baku penting bagi industri, sehingga tingkat kecenderungan yang terjadi yakni, tak peduli lagi bagaimana dan berapa harga barang impor, mau mahal atau murah, Indonesia tetap melakukan aktifitas impor.

Dari uraian yang telah sempat terpapar di atas, barangkali bisa kita simpulkan kalau kaitan antara nilai tukar dengan inflasi terutama terjadi sebab adanya ekspor dan impor. Di zaman yang serba jadi globalisasi ini, tiada ada satu negara sekalipun yang mampu bertahan tanpa melakukan hubungan perdagangan antar negara lain, tak terkecuali Indonesia. Baik ekspor maupun impor, keduanya jelas tak terhindarkan. Kita tidak dapat melarang impor sama sekali ataupun menghentikan ekspor tanpa dengan menggunakan alasan. Yang butuh dilakukan pemerintah ialah bagaimana cara mengendalikan ekspor dan impor supaya dapat sampai ke titik keseimbangan tertentu.

Pemerintah pun mempunyai tanggung jawab dalam menjaga neraca nilai tukar Rupiah, diantaranya supaya harga-harga barang di pasar lebih terkontrol. Jangan  dan jangan sampai kejadian di mana harga-harga melambung tinggi sementara masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Untuk kita sebagai masyarakat awam, ada baiknya bila kita memprioritaskan konsumsi produk made in Indonesia dari pada barang impor. Produk yang  diproduksi dalam negeri toh sering berkualitas tiada kalah dari produk impor

(Reshie Fastriadi)