Menelisisk Sejarah Mata Uang Rupiah di Indonesia (Part 2)

Menelisisk Sejarah Mata Uang Rupiah di Indonsia (Part 2)AnalisaToday – Saat uang NICA mulai memasuki wilayah pulau Jawa, Bung Karno segera menyatakan bahwa uang tersebut ilegal. Uang keluaran Jepang pun saat itu masih menjadi pilihan alat pembayaran yang digunakan di Jawa dan Sumatera.

OctaFX

Akibatnya, pemerintah Indonesia yang baru lahir berkat proklamasi 17 Agustus 1945 mulai mengambil langkah-langkah untuk melepaskan uang terbitan sendiri. Namun masalahnya sumber daya yang dibutuhkan untuk pencetakan uang yang tidak sedikit. Selain itu, pasukan Sekutu mencoba untuk menyerang pabrik percetakan untuk mencegah penerbitan uang.

Setelah keluar dari pertarungan, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil melepaskan uang pertama mereka pada 3 Oktober 1946, juga dikenal sebagai “Oeang Republik Indonesia”, atau ORI. Ketika itu dinyatakan bahwa semua uang bersama dengan Jepang penerbitan ORI hingga 30 Oktober tahun yang sama.

Setelah menerbitkan Ori, mata uang resmi menjadi alat pembayaran yang sah di Nusantara, ada dua, yaitu uang NICA dan uang ORI. Namun, di beberapa tempat yang relatif sulit didapat, uang Jepang masih cukup banyak digunakan. Dengan demikian, jangkauan pemerintah baru juga terbatas, pemerintah Indonesia untuk mengizinkan daerah-daerah tertentu untuk melepaskan uang mereka. Uang-uang yang nantinya dapat ditukar dengan ORI setelah keadaan memungkinkan.

Tapi ORI ketika itu sudah mulai bermasalah karena miskin keuangan membuat Indonesia mencetak uang lebih banyak untuk menambah kas negara. Uang beredar terlalu banyak sehingga inflasi merajalela dan nilai tukar ORI dari 5 Gulden NICA di awal peluncurannya untuk 0,3 Gulden NICA pada Maret tahun 1947.

Pada bulan November 1949, konferensi Round Table mengakui kemerdekaan Indonesia dalam penyebutan nama Republik Indonesia Serikat (RIS), yang terdiri dari Indonesia, termasuk Jawa dan Sumatera, bersama dengan 15 negara-negara kecil lain di Nusantara. Selama periode ini, RIS menyadari bahwa mata uang berbeda-beda yang beredar di masyarakat mengganggu perekonomian.

RIS berusaha mengendalikan kondisi ini dengan mengumumkan pelaksanaan Gunting Syafruddin 19 Maret 1950. Selain itu, RIS juga harus mencetak uang, tetapi pernyataan resmi kemerdekaan Indonesia sebagai Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950 membuat Uang RIS menjadi berumur pendek.

FBS Markets Inc

(Rahmat Hidayat)