Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi (1)

Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi (1)

122
0
SHARE

 

Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi 1AnalisaTodayKurs Rupiah atas Dollar AS sudah belakangan ini ada di sekitaran 11.800an. Kurs Rupiah sepanjang prosesi Pemilu 2014 ternyata mengalami pelemahan signifikan dan semakin hari makin parah. Harga-harga produk juga naik. Perekonomian global memang tengah mengalami masalah banyak, apalagi  di AS dan Tiongkok yang menjadi rekan dagang utama Indonesia. Kondisi itu membikin perekonomian Indonesia semakin sulit. Namun begitu apakah hanya itu saja?

Kebijakan Barangkali Berubah, Investor Tunda Investasi

Di dalam pemilihan umum di suatu negara bersistem demokrasi, masyarakat kian memilih orang-orang yang akan menentukan berlangsungnya negeri dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintahan yang kini akan digantikan oleh manusia-manusia baru yang strateginya dalam memimpin Indonesia belumlah diketahui. Padahal, memimpin suatu negeri meliputi juga mengatur ketentuan ekonomi yang boleh jadi disukai atau tidak.

Kebijakan ekonomi selalu sifatnya  “trade-off”; sesuatu akan ada yang dikorbankan untuk mencapai tujuan. Makanya, suatu kebijakan yang disukai sebagian orang, barangkali dibenci oleh kalangan lain. Kita ambil contoh terapan larangan mengekspor bijih mineral (mineral mentah) yang mulai berlaku bulan Januari 2014 atas UU Minerba. Perusahaan dilarang melakukan ekspor barang tambangnya, terkecuali mereka menunjukkan komitmen dalam membangun tempat pengolahan yang biasa disebut smelter. Banyak  dari pihak yang mengkritik kebijakan ini sebab mengakibatkan banyak angguran di sektor pertambangan, meluaskan defisit neraca perdagangan di Indonesia, dan membikin perusahaan-perusahaan tambang lokal tutup. Pasokan pundi-pundi Indonesia dari ekspor bijih mineral sebenarnya cukup besar, sampai kalau ekspornya ada masalah, dengan sendirinya defisit neraca perdagangan naik.

Namun pemerintah Indonesia saat ini “kukuh” mempertahankan kebijakan itu. Dengan alasan, jika Indonesia terus mengekspor mineral mentah, Indonesia takkan bisa mengolah sendiri hasil tambangnya dan selamanya bergantung perusahaan asing. Oleh sebab itu, perusahaan  pertambangan di Indonesia butuh dipaksa dalam membuat smelter supaya ekspor Indonesia pun bernilai tinggi, dan memegang jabatan tawar yang lebih baik di bursa komoditas Internasional. Jika begitu, apa keputusan larangan ekspor bijih mineral ini bagus, atau buruk? Suatu yang buruk di jangka pendek, dapat jadi baik di jangka yang panjang, dan begitu pula kebalikannya. Namun orang biasanya fokus pada akibat yang dirasa kini, termasuk juga akibat buruk pelarangan ekspor bijih mineral tersebut pada sector pekerja tambang dan perusahaan.

(Kikie Aditya)