Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi 2

Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi 2

217
0
SHARE

 

Pengaruh Pemilu Terhadap Kurs Rupiah Dan Inflasi 2AnalisaToday – Belanja Tinggi, Inflasi Tinggi, Inflasi ialah tren kenaikan harga-harga produk dan jasa di pasar di dalam sebuah periode tertentu. Kita ambil contoh inflasi di dekat bulan Ramadhan. Harga-harga sedikit demi sedikit naik seiring dengan merambahnya masyarakat yang belanja keperluan perayaan lebaran. kemudian, apa hubungan inflasi dengan pemilu?

Jumlah atau akumulasi uang beredar di waktu pemilu biasanya melambung sebab besarnya pengeluaran publik dan privat.Pengeluaran negara untuk pembiayaan Pemilu jumlahnya pun tidak sedikit, begitu juga dengan para kandidat anggota calon presiden dan DPR/DPD. Pengeluaran calon-calon wakil masyarakat dalam atribut kampanye layaknya spanduk, kaos, dan lainnya adalah pengeluaran yang tiada terjadi dalam situasi biasanya, dan bila dihitung jumlahnya dapat luar biasa besar. Belum lagi jika biasanya ada “pengeluaran tersembunyi” yang dikeluarkan untuk serangan fajar dan semacamnya. Situasi ini bila tidak terkontrol, akan mendorong melambungnya inflasi.

Apabila pemilu berjalan dengan damai, dan seluruh pihak bisa bersikap sportif, makanya kenaikan inflasi ini hanya bersifat sementara. Lain halnya jika pemilu berlangsung ricuh, atau ada kandidat yang tersinggung sampai menuntut ke Mahkamah Konstitusi, ketidak-stabilan politik sangat bisa berdampak panjang pada perekonomian negeri.

Salah satu cara pertama yang harus dilakukan oleh pemerintahan baru seusai terbentuk ialah mengembalikan kestabilan ekonomi dan politik, termasuk juga kurs Rupiah dan inflasi.Yakni dengan memberitahukan program-programnya, maka memberikan kejelasan mengenai arah laju perekonomian Indonesia ke depannya; kebijakan apa yang ingin dipertahankan, akan diganti, dan  baru akan dikenalkan. Harapannya hanya dengan demikian inflasi dan kurs Rupiah dengan bertahap kian kembali stabil.

Kurs Rupiah akan cenderung menjadi menguat tatkala banyak investor yang bersedia membeli saham, menanamkan modal di perusahaan-perusahaan Indonesia, dan obligasi. Padahal sebenarnya dari pada itu dalam kondisi transisional layaknya pemilu, orang kebanyakan ragu untuk menanamkan modal ke mana dalam jangka panjang. Akibatnya ialah investor akan cenderung pada kegiatan membeli-lalu-menjual dalam jangka pendek, atau malah bisa-bisa menjauh sama sekali dari Indonesia di waktu pemilu. Efeknyanya adalah akan terjadi fluktuasi kurs Rupiah yang cukup tinggi.

(Santi Damayanti)