Sebab Nilai Tukar Rupiah Kian Melemah

Sebab Nilai Tukar Rupiah Kian Melemah

205
0
SHARE

Sebab Nilai Tukar Rupiah Kian MelemahAnalisaToday.com – Rupiah terhadap dolar AS melemah, bahkan lebih mengkhawatirkan ketika posisi melampaui tingkat 13.000 per dolar untuk itu menjadi beban pada pemerintah Jokowi. Melihat faktor-faktor yang menyebabkan jatuhnya rupiah, sulit untuk mengabaikan pengaruh pemulihan ekonomi AS meningkat dari lembah krisis 2008. Pada bulan Mei tahun 2013, ketika Amerika Serikat mulai pulih, The Fed atau bank sentral AS mengumumkan rencana untuk memotong uang stimulus yang menyebabkan melemahnya mata uang global, rupiah tidak terkecuali.

Selain faktor eksternal, sejumlah faktor internal membantu mendorong rupiah jatuh. Mata uang terus melambat. Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa melemahnya rupiah dalam beberapa kali karena tekanan eksternal dan internal.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan sampai 5 Juni 2015 pada tahun to date (YTD), memimpin rupiah ke level USD 13 276 per dollar AS (US). Dari sisi eksternal, tekanan terhadap rupiah didorong oleh penguatan dolar AS.

Hal ini didukung oleh penguatan lanjutan pelonggaran kuantitatif (QE), yang mencapai Bank Sentral Eropa (ECB) dan negosiasi pajak kekhawatiran tetap tinggi yang terjadi di Yunani. “Sedangkan faktor internal seperti sentimen melemahkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2015,” kata Agus dalam pertemuan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan hingga 5 Juni 2015 pada tahun to date (YTD), memimpin rupiah ke level USD 13 276 per dolar. Melihat kondisi tekanan ini sampai akhir tahun, BI rate tercatat akan rata-rata level Rp 13.000 menjadi Rp 13.200 per dolar AS. “Dalam tekanan di masa depan rupiah masih akan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global,” katanya.

Adapu berdasarkan nilai tukar Indonesia (BI) rupiah Bank dalam level Rp 13.360 per dolar (AS), di bawah tingkat akhir pekan lalu Rp 13 288 unit dollar.

(Rahmat Hidayat)