Sistem Penentu Kebijakan Nilai Tukar Rupiah

Sistem Penentu Kebijakan Nilai Tukar RupiahAnalisaToday – Sistem yang kompleks pembayaran dalam perdagangan internasional semakin besar dalam ekonomi global, telah berkembang akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan peningkatan volume dan keragaman barang dan jasa yang diperdagangkan di negara lain. Oleh karena itu, upaya untuk mencapai manfaat globalisasi ekonomi harus didahului dengan upaya untuk menentukan nilai tukar pada tingkat yang menguntungkan. Menentukan nilai tukar merupakan faktor penting bagi negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional karena nilai tukar sangat mempengaruhi biaya dan manfaat dari perdagangan internasional.

Posisi penting dalam nilai tukar dalam perdagangan internasional menyebabkan berbagai konsep yang berkaitan dengan nilai tukar telah dikembangkan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar. Konsep berkaitan dengan penentuan nilai tukar mulai mendapat perhatian dari para ekonom, terutama sejak kelahiran kurs mengambang pada tahun 1973. Sejak itu, nilai tukar dibiarkan berfluktuasi sesuai dengan perubahan variabel mempengaruhinya.

Konsep penentuan kurs diawali dengan konsep paritas daya beli (PPP), dan mengembangkan konsep pendekatan terhadap neraca pembayaran (BOP teori). Mengembangkan konsep penentuan nilai tukar adalah pendekatan moneter lain (pendekatan moneter). Pendekatan moneter menekankan bahwa kurs sebagai harga relatif dari dua jenis mata uang, ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Pendekatan moneter memiliki dua asumsi dasar, yaitu penerapan teori paritas daya beli dan adanya teori permintaan stabil untuk uang sejumlah variabel ekonomi agregat. Ini berarti bahwa pendekatan moneter untuk model nilai tukar asingdapat ditentukan oleh pengembangan model permintaan uang dan membeli model power parity.

Di Indonesia, ada tiga sistem yang digunakan dalam kebijakan nilai tukar sejak tahun 1971 sampai sekarang. Antara 1971-1978, mengadopsi sistem tarif tetap tukar (kurs tetap), dimana nilai rupiah secara langsung terkait dengan dolar AS (USD). Sejak 15 November 1978, sistem tersebut diubah menjadi nilai tukar mengambang terkendali (managed floating rate tukar) dimana nilai rupee dikaitkan hanya dengan dolar AS, tapi terhadap sekeranjang mata uang mitra utamanya perdagangan. Tujuan dari sistem nilai tukar adalah bahwa bahkan jika itu diarahkan ke sistem kurs mengambang, tetapi lebih menekankan unsur kontrol. Kemudian ada perubahan mendasar dalam kebijakan mengambang diadakan 14 Agustus 1997, yang, jika sebelumnya Bank Indonesia menggunakan panduan pita pada pergerakan nilai tukar yang dihapus, tidak ada lagi Nilai tukar Band referensi.

(Rahmat Hidayat)