Tips Untuk Para Pemain Valas Saat Rupiah Melemah

Tips Untuk Para Pemain Valas Saat Rupiah Melemah

170
0
SHARE

Tips Untuk Para Pemain Valas Saat Rupiah MelemahAnalisaToday – Melemahnya nilai tukar yang terjadi beberapa hari ini mungkin menjadi kesempatan untuk memasarkan pemain uang, terutama dolar yang menguntungkan. Namun, apakah pemain benar-benar harus meninggalkan dolarnya? Analis Bank Asosiasi PT Brothers Tbk, Rully Nova, memberikan tips.

Menurut Rully sebagai pemain mata uang, hal pertama yang harus dipahami adalah kondisi fundamental perekonomian nasional. “Karena, biasanya para pemain lokal seperti mobil, akan panik saat melihat penjualan asing,” kata Rully.

Melemahnya rupiah, kata dia, harus dilihat sebagai fundamental. Oleh karena itu, sering tidak karena fundumental, namun karena kepercayaan eksternal.

Penguatan berkelanjutan dolar terhadap semua mata uang di dunia membuat nilai tukar jatuh ke titik terendah dalam tujuh belas tahun terakhir. Pada perdagangan Rabu, 11 Maret, 2015, rupiah telah menyentuh level 13 245 akhirnya ditutup 98 poin (0,75 persen) di level 13 192 unit per dolar.

Meskipun menembus level Rp 13.000 per dolar, Rully mengatakan kondisi dolar lebih baik dibandingkan dengan mata uang lainnya. Untuk melakukan hal ini, pemain dapat disarankan untuk tidak perdagangan mata uang yang digunakan dalam jangka panjang. “Faktor sentimen, sehingga perbaikan jangka pendek. Jika mereka baik, mereka menjual. Jika ada kesenjangan, membeli lagi,” kata Rully.

Selain dolar, mata uang umum diperdagangkan mata uang pelaku pasar adalah franc Swiss, karena kondisinya lebih stabil. “Nilai tukar sekitar 0,98 franc per $ 1,” katanya. Namun, seperti portofolio investasi lainnya, umumnya tidak menghasilkan risiko kecil keuntungan lain.

Selain itu, perencana keuangan Risza Bambang mengatakan bahwa investor harus menghindari investasi kepemilikan mayoritas investor asing. “Sebagai saham dan obligasi, ini harus dihindari. Karena minat investor asing sekaligus mengurangi rupiah yang melemah,” tambahnya.

Sebaliknya, Risza menyarankan investor dapat menggunakan strategi investasi tua. “Kami harus menggunakan strategi investasi tua untuk mengubah uang secara real,” kata Risza.

(Rahmat Hidayat)