Bagaimana Indeks Keyakinan Konsumen Menentukan Keyakinan Pedagang

Bagaimana Indeks Keyakinan Konsumen Menentukan Keyakinan PedagangAnalisaToday – Jika PMI merupakan indeks yang diambil dari survei bisnis, maka Consumer Confidence Index (CCI) merupakan indeks yang diambil dari survei konsumen. Sebuah organisasi tertentu melakukan survei bulanan pada sejumlah konsumen di negara ini, dan pertanyaan-pertanyaan mereka pada topik seperti kondisi bisnis, pekerjaan, dan pendapatan. CCI biasanya dibagi menjadi dua bagian, yaitu tentang kondisi saat ini dan untuk enam bulan ke depan.

CCI didasarkan pada konsep ekonomi didorong konsumen. Di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Indonesia, lebih dari setengah dari PDB (dan bahkan sering lebih dari 60%) yang dikaitkan dengan belanja konsumen. Ketika orang menghabiskan banyak uang untuk membeli barang dan jasa, bisnis berkembang, produktivitas meningkat, dan ekonomi mengembang. Selain itu, lebih banyak pekerja akan dipekerjakan dan negara akan berkembang. Pada sebaliknya, sinyal CCI rendah tuntutan rendah di negeri ini dan jika itu berlangsung untuk waktu yang lama, maka perusahaan dapat menghentikan produksi dan memberhentikan pekerja mereka.

Indeks Kepercayaan Konsumen di atas 100 menunjukkan optimisme, sementara angka di bawah 100 menunjukkan pesimisme. Perubahan di bawah 5% dianggap tidak signifikan, sedangkan 5% atau lebih mungkin menunjukkan perubahan penting dalam perekonomian. Sebuah CCI baik umumnya berkisar sekitar 100-150. Pada bulan September 2011, CCI di Indonesia, yang dirilis oleh Bank Indonesia, mencatat semua waktu tinggi 146,8.

Namun, setiap negara mungkin memiliki metode yang berbeda untuk melakukan survei konsumen. Di AS, CCI dilakukan oleh organisasi independen, The Conference Board (CB-CCI), University of Michigan (University of Michigan Consumer Sentiment Index / MCSI), dan Washington Post-ABC News Index Comfort Konsumen. Setiap organisasi survei jumlah responden yang berbeda, meskipun mereka mengumpulkan informasi yang sama.

Di Indonesia, survei dilakukan oleh bank sentral, Bank Indonesia, melalui stratified random sampling terhadap 4600 rumah tangga di 18 kota terbesar. Sebagai belanja rumah tangga merupakan bagian tertinggi dari PDB di negara ini, CCI merupakan data penting bagi para pengambil keputusan di Pemerintah dan Sektor Swasta.

Selain dari AS dan Indonesia, negara-negara yang telah melakukan survei konsumen Kanada, Jepang, dan Australia, antara lain. Terlepas dari indeks Keyakinan Konsumen, ada juga Permintaan dan Sentimen Konsumen survei Consumer.

(Rahmat Hidayat)