Beberapa Kesalahan Besar Seorang Investor Saham (1)

Beberapa Kesalahan Besar Seorang Investor Saham (1)

63
0
SHARE

Beberapa Kesalahan Besar Seorang Investor Saham 1AnalisaToday – Berikut ini beberapa kesalahan besar seorang investor saham yang dapat memunculkan kesalahan-kesalahan kecil, dan apabila terakumulasi akan menjadi penghalang kesuksesan di dunia saham.

  1. Pengabaian terhadap Fundamental

Tatkala tergesa-gesa diburu hasrat untuk memperoleh profit kilat di pasar, investor saham berpotensi mengabaikan fundamental perusahaan di mana mereka ber-planning menanamkan modal. Sebagian  investor bahkan membeli saham tanpa punya waktu untuk mengumpulkan pengertian dasar mengenai perusahaan, apalagi mengenai produk atau jasa yang sengaja dijual oleh perusahaan bersangkutan, juga prospek masa depan perusahaan.

Padahal seharusnya investor saham memandang perusahaan yang dengan konsisten telah mempersembahkan pertumbuhan dalam sektor tata kelola dan pendapatan perusahaan yang baik. Jadi, jangan dulu berinvestasi di satu perusahaan tanpa mengetahui dinamika bisnis yang mereka anut.

  1. Murah, Namun Mahal

Investor sukses senantiasa mencari saham dengan embel-embel “murah”, yaitu saham-saham yang disediakan dalam harga dibawah nilai yang semestinya dan mempunyai kemungkinan pertumbuhan besar. Tetapi  newbie di dalam sebuah pasar saham seringkali salah mengerti strategi emas ini sebagai bentuk “pembelian saham harga rendah guna memperoleh keuntungkan hebat.”

Padahal dari pada itu, “saham murah” yang dimaksud di bagian awal itu sama sekali bukanlah “saham berharga rendah”. Boleh  jadi harganya rendah oleh sebab likuiditasnya yang rendah, atau perusahaannya yang memang bukan perusahaan potensial. Asumsikan jika  Anda bisa membeli telur baru dengan harga 20,000 Rupiah satu kilo, sedang telur hampir busuk tersedia dengan harga 10,000 Rupiah satu kilo, padahal Anda hanya punya uang 10,000 Rupiah di saku. Dalam keadaan seperti itu, apakah Anda tetap akan membeli sekilo telur yang nyaris busuk, ataukah setengah kilo saja, namun telur baru yang masih fresh?

Oleh sebab keterbatasan modal, newbie tak jarang membeli banyak saham rendahan, padahal itu justru dapat jadi sama sekali tak menguntungkan. Jikalau Anda terjebak ke dalam pemikiran ini, ingat kalau return investasi Anda tak bergantung kepada berapa banyak jumlah lembaran saham yang telah Anda pegang, melainkan justru dari masa depan perusahaan yang sahamnya berada di tangan Anda.

(Muhammad Rizal)