Beberapa Kesalahan Besar Seorang Investor Saham (2)

Beberapa Kesalahan Besar Seorang Investor Saham 2AnalisaToday – Seorang pemula investor saham juga tak jarang hanya mampu memandang gain dalam jangka waktu pendek. Padahal bila Anda mau memperoleh laba dengan cepat, Anda sebaiknya mempunyai kemampuan untuk dengan tepat memprediksi harga pasar. Harga dapat secara dinamis berfluktuasi sangat liar dalam jangka pendek, maka profit atau loss kian ditentukan atas kemampuan investor saham dalam melakukan transaksi pada waktu yang tepat. Dengan begitu, akan sangat sulit untuk sampai ke dalam profit dalam waktu yang singkat. Di sisi lainnya, pasar saham mungkin selalu menorehkan return prositif dalam jangka yang panjang, yaitu dalam kisaran tiga tahun atau bisa lebih.

OctaFX

Anda tentu pernah mendengar kabar mengenai investor yang membeli sebuah perusahaan, kemudian melupakan tentang hal itu, dan baru sepuluh tahun setelahnya merasa bahwa ternyata perusahaan tersebut sudah besar dan sahamnya adalah profit. Ini bukanlah suatu cara berinvestasi yang baik.

Bila Anda tergolong ke dalam investor saham dengan prinsip yang memandang investasi jangka panjang merupakan “pembelian saham harga murah lalu melupakannya”, maka ketahuilah kalau Anda telah mengambil risiko yang tinggi. Keadaan ekonomi dan bursa sangat dinamis. Di luar perubahan-perubahan makro ekonomi, global dan lokal, strategi dan manajemen perusahaan juga senantiasa berubah.

Oleh sebab itu, seorang investor saham haruslah mengikuti portofolio-nya dengan reguler. Apabila outlook suatu perusahaan semakin baik, atau paling tidak, stabil, Anda dapat mempertimbangkan lagi untuk membeli saham perusahaan itu atau tetap berusaha mempertahankannya. Kemudian tatkala asumsi kemungkinan yang dijadikan dasar untuk mempunyai saham itu sudah tiada lagi berlaku, maka Anda dapat menjualnya.

Telah kian banyak investor saham yang semangat mencairkan profit kecil-kecilan, namun mereka tak jarang enggan untuk menanggung beban rugi dengan cut loss terhadap saham-saham yang sedang “terperosok”. Bahkan tatkala harga terperosok, mereka terus mempertahankan saham yang sedang jatuh itu tanpa peduli pada fundamentalnya dengan masih berharap kalau harganya akan kembali seperti semula.

FBS Markets Inc

(Muhammad Rizal)