Kerugian Yang Dapat Terjadi Dalam Investasi Saham

Kerugian Yang Dapat Terjadi Dalam Investasi Saham

65
0
SHARE

Kerugian yang Dapat Terjadi dalam Investasi SahamYAnalisaToday – Tidak mendapat deviden. Perusahaan akan meng-share deviden jikalau operasi perusahaan memunculkan keuntungan. Dengan begitu perusahaan tak dapat meng-share deviden bila perusahaan itu menderita kerugian. Dengan begitu potensi akan keuntungan pemodal untuk memperoleh deviden akan ditentukan oleh kinerja perusahaan terkait.

Capital Loss

Di dalam sebuah aktifitas perdagangan saham, tak selalu pemodal yang memperoleh capital gain atau laba dari saham yang dijualnya. Ada waktunya investor menjual saham yang ia punya lebih rendah harganya dari pada harga belinya, dengan seperti itu investor akan mengalami capital loss. Misalnya jika seorang investor membeli saham BUMI pada harga Rp.5000 per lembar, akan tetapi beberapa waktu setelahnya dijual dengan harga Rp.4500 per lembar, itu berarti investor mengalami kerugian sebanyak Rp.500 per lembar, kerugian itulah yang disebut capital loss.

Dalam kegiatan jual beli saham, kadang seorang investor dalam menghindari potensi kerugian yang semakin besar seiring dengan laju turun harga saham, investor rela menjual sahamnya dengan harga yang cenderung lebih rendah dari pada harga belinya, istilah seperti ini dikenal dengan Cut Loss.

Perusahaan bangkrut dan dilikuidasi

Apabila sebuah perusahaan bangkrut, tentu saja kian berdampak langsung terhadap pemegang saham perusahaan itu. Sesuai bagaimana peraturan pencatatan saham dalam bursa efek. Ketika kondisi perusahaan dilikuidasi, pemegang saham kian mendapat posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan kreditor ataupun pemegang obligasi, dan apabila masih ada sisa baru akan di-share kepada pemegang saham.

Saham di delist dari bursa (delisting)

Resiko lainnya yang mungkin dihadapi oleh investor yakni bila saham perusahaan diluncurkan dari pencatatan bursa efek (delist). Sebuah saham perusahaan akan didelist dalam bursa biasanya sebab kinerja perusahaan yang buruk, misa dalam kurun waktu tertentu tak pernah didagangkan, menderita kerugian beberapa tahun, tak meng-share deviden dengan cara berturut-turut dalam waktu beberapa tahun dan bermacam kondisi lainnya sesuai dengan bagaimana peraturan pencatatan di bursa. Ada juga perusahaan yang didelist keluar dari bursa atas tujuan Go Private, perusahan yang telah melakukan GoPrivate tidak akan merugikan investor sebab perusahaan yang menerbitkan saham tersebut akan melakukan Buy Back pada saham yang diterbitkan.

(Rahmat Hidayat)