Keuntungan Program Nabung Saham

Keuntungan Program Nabung SahamIstilah program nabung saham mungkin saja belum sangat umum untuk orang-orang lantaran umumnya mereka menabung duit di bank.

Lantas sesungguhnya apa keuntungan nabung saham dibanding nabung dengan cara konvensional?

1. Program Nabung Saham Bisa Dikerjakan Oleh Semuanya Kalangan

Mulai sejak tiga th. lantas, tepatnya pada bln. Januari 2014, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan ketentuan baru berkaitan jumlah lot dalam perdagangan saham.

Jumlah satu lot perdagangan saham dari mulanya 1 lot 500 lembar jadi 100 lembar.

Keadaan sudah pasti untungkan investor lantaran tak perlu memakai dana yang begitu besar dalam berinvestasi saham.

Sebagai contoh, Anda menginginkan beli satu lot saham PT Bermacam Tambang (Antam) seharga Rp 800 per lembar, Anda cuma perlu menyisihkan duit Rp 80, 000 per bln. untuk investasi (lantaran minimum pembelian saham adalah satu lot, atau juga 100 lembar).

2. Imbal Hasil Saham Lebih Menjanjikan Dari pada Deposito

Investasi saham tawarkan return (imbal hasil) menjanjikan. Rata-rata return tahunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat meraih 16 sampai 24 %.

Di segi lain, rata-rata keuntungan yang didapat dari deposito bank per tahunnya cuma sekitaran 6 hingga 7 %.

3. Memperoleh Dividen Atau juga Pembagian Keuntungan Perusahaan

Bila Anda beli saham, imbal hasil dapat pula datang dari pembagian dividen. Tiap-tiap th. beberapa pemegang saham satu perusahaan bakal mengambil keputusan berapakah % laba bersih perusahaan yang bakal diberikan pada pemegang saham.

Sisa laba bersih itu bisa jadikan penambahan modal perusahaan dan juga diinvestasikan untuk mendorong perkembangan perusahaan.

Presentase dividen/laba bersih umumnya dimaksud Dividend Payout Ratio (DPR) dan juga laba yang kembali diinvestasikan dikatakan sebagai laba ditahan.

Rasio DPR jika dikali dengan laba bersih per saham (earning per berbagi/EPS) bakal membuahkan dividen per saham (DPS). Diluar itu, ukuran lain yang digunakan yaitu Dividend Yield.

Sebagai contoh, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada th. 2016 lantas, mengambil keputusan untuk membagikan dividen ke pemegang saham sebesar 25 % dari laba bersih sebesar Rp 2. 26 triliun.

Artinya, pemegang saham terima dividen tunai sejumlah Rp 122. 5 per saham.