Menentukan Preferensi Risiko Investasi Saham

Menentukan Preferensi Risiko Investasi Saham

359
0
SHARE

 

Menentukan Preferensi Risiko Investasi SahamAnalisaToday – Satu hal yang butuh dipahami benar-benar adalah bahwa setiap kali Anda menanamkan dana dengan harapan mendapatkan return, baik itu berupa saham maupun aset lain, sudah tentu akan selalu ada risikonya. Return merupakan istilah dari “imbalan” Anda oleh sebab mau menanggung risiko. Berdasar  teori, makin tinggi risiko, akan makin besar return yang bisa Anda terima. Namun dalam memutuskan preferensi risiko Anda, terdapat dua faktor yang butuh dipertimbangkan dengan masak-masak:

1. Jangka Waktu
Perbandingkan dan pikirkan berapa lama Anda mau menanam investasi dalam saham tertentu. Anda bisa jadi mempunyai dana bebas sebesar 500,000 hari ini, namun apabila Anda perlu menggunakannya itu untuk membayar sewa rumah bulanan misalnya, sebaiknya jangan dulu menginvestasikannya pada asset yang cenderung berisiko tinggi. Tatkala Anda hanya memiliki waktu singkat, Anda berpotensi terpaksa harus melepas saham di dalam kondisi rugi itu cukup besar.

Di sisi lain, jika Anda berniat ingin berinvestasi jangka panjang, Anda dapat melakukannya dalam saham dengan risiko yang tentu lebih besar. Anda tak akan dipaksa untuk melepaskan saham di dalam kondisi rugi, dan mempunyai kebebasan cukup besar untuk melepas saham ke dalam kondisi profit maksimal.

2. Persediaan Dana
Sudah  jelas kalau semakin banyak dana yang Anda punya, akan semakin besar pula risiko yang bisa akan anda tanggung. namun, jangan terburu menjual rumah untuk investasi saja. Persediaan dana yang termaksud ialah dana yang siap bila dana itu musnah akibat rugi, bukanlah dana yang nantinya akan Anda butuhkan untuk , sewa rumah, membayar uang kuliah atau malah jatah makan bulanan. Maka dengan seperti itu, Anda tak akan dikejar waktu untuk terburu melikuidasi aset yang masih belum untung.

Terdapat banyak sekali teknik untuk mengontrol risiko investasi saham, apalagi setiap orang bebas mengaplikasikannya dengan cara apapun. Yang paling penting bagi investor ialah memahami dulu eksistensi potensi risiko dan memahami seberapa tinggi risiko yang terdapat dalam transaksi yang diputuskan. Investasi yang baik dapat dicapai hanya dengan melakukan kegiatan riset mendalam dalam fundamental saham dan pengetahuan akan keadaan keuangan pribadi.

(Kikie Aditya)