Mengenal Jenis Pemegang Saham dan Resikonya

Mengenal Jenis Pemegang Saham dan Resikonya

79
0
SHARE

Mengenal Jenis Pemegang Saham dan ResikonyaAnalisaTodaySaham adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang dipakai oleh perusahaan untuk meningkatkan modal yang diperdagangkan di pasar modal. Dengan saham, perusahaan membagi properti kepada publik daridana yang dinerikan.

Saham dibeli melalui broker atau broker profesional baik secara langsung atau offline dengan membayar biaya transaksi setiap pembelian / penjualan. Ukuran dari biaya ditentukan oleh broker. Ada biaya tetap terlepas alias jumlah yang sama dari nilai transaksi, ada juga biaya berdasarkan persentase dari nilai transaksi.

Secara umum, ada dua jenis pemegang saham:

Treader

Yang mengambil keuntungan penuh dari perbedaan antara pembelian dan penjualan jangka pendek yang berorientasi. Jenis umum termasuk “risk taker” dan senang untuk berspekulasi. Karena harga saham naik dan turun dalam hitungan menit, memantau pergerakan saham.

Investor

Tipe ini bertujuan untuk jangka menengah / panjang dan tidak terlalu dipusingkan dengan fluktuasi harga saham, karena cenderung untuk berinvestasi dari nilai intrinsik perusahaan (investasi berbasis nilai) itu sendiri. Mereka tahu bahwa membeli saham perusahaan fudamentalnya kinerja yang baik dan kuat, dalam jangka panjang mereka dapat menuai keuntungan.

Perhatikan juga bahwa pasar ekuitas berasumsi akan selalu ada asimetri informasi dan akhirnya harga saham akan terkoreksi oleh nilai riil perusahaan melalui harga saham. Mereka yang dapat memanfaatkan informasi asimetris berada dalam posisi untuk membuat keuntungan besar melalui perbedaan harga jual beli.

Menilai risiko saham perusahaan untuk membeli

Perusahaan menghadapi setidaknya tiga jenis risiko. Pertama, risiko keuangan (risiko keuangan) adalah risiko yang terkait dengan situasi keuangan perusahaan yaitu tingginya proporsi utang dan ekuitas yang tinggi bahwa jika perusahaan tidak mampu membayar utang mengancam kebangkrutan. Beberapa broker online menawarkan perusahaan data di pasar saham.

Kedua, risiko operasional (operational risk) adalah risiko yang terkait dengan operasi sehari-hari perusahaan. Misalnya untuk perusahaan pertambangan yang beroperasi di negara itu untuk perang atau perforasi rentan mengalami kesulitan teknis yang serius untuk proyek tersebut bisa hancur.

Ketiga, risiko yang terkait dengan perubahan  hukum atau peraturan (regulasi risiko) yang menyulitkan / memaksa perusahaan untuk mengubah cara mereka melakukan bisnis jika mereka tidak akan dikenakan sanksi.

(Santi Damayanti)