Rasio Risk/Reward dalam Permainan Saham

Rasio Risk/Reward dalam Permainan Saham

150
0
SHARE

 

Rasio Risk/Reward dalam Permainan SahamAnalisaToday – Dalam banyak kejadian investor individual yang berakhir dengan rugi besar, faktor penyebabnya ialah ketidakmengertian mereka terhadap pengelolaan risiko. Walau Anda seringkali mendengarkan istilah Rasio Risk/Reward, namun apakah sungguh mengerti artinya?

Mari kita ambil suatu contoh yang cukup sederhana. Tatkala seorang kenalan mengajukan pinjaman sebesar 500,000 rupiah dan berkata akan mengembalikan kepada Anda 600,000 rupiah dalam jangka waktu dua minggu, Anda boleh jadi akan menolaknya dengan alasan belum mengenal si peminjam dengan baik. Namun jika saja orang itu berkata akan mengembalikan Anda 1,5 juta rupiah dalam jangka waktu dua minggu, mungkin Anda akan sulit menolak pengajuan pinjaman itu. Pinjaman 500,000 yang memiliki potensi bertambah 1 juta menjadi sebanyak 1,5 juta rupiah dalam dua minggu itu adalah risk/reward dengan rasio kemungkinan untung:resiko rugi = 2:1 yang umumnya membuat investor mulai terpesona. Rasio 2:1 ini begitu memungkinkan investor untuk melipatgandakan dana yang dipunyainya lewat investasi.

Di seputar setting pasar saham, mari kita coba asumsikan seusai mengecek berbagai perusahaan, Anda memperoleh atau menemukan suatu saham yang banyak disukai, di mana harga saham XYZ itu secara kebetulan tertnyata sedang turun ke 2500 dari puncak 2900. Bisa saja anda meyakini bahwa kalau Anda membelinya saat itu juga, nantinya saham XYZ bakal melejit jadi 2900 lagi, sehingga Anda dapat mendapatkan profit sebanyak 400 Rupiah per saham. Karenanya, Anda langsung ingin membeli 200 lembar saham tersebut. Dalam kasus ini Anda telah menentukan saham secara baik, namun di waktu itu Anda belum tentu menerapkan teori dan konsep rasio risk-reward.

Awalnya, perlu dimengerti kalau insting boleh jadi faktor pendorong keputusan berinvestasi, namun kalkulasi rasio risk/reward dapat dilakukan dengan objektif. Kedua, setiap manusia memiliki kecenderungan bertoleransi yang berbeda terhadap makna risiko. Anda boleh jadi suka bungee jumping, namun orang lain barangkali takut untuk sekadar mencobanya. Ketiga, rasio risk/reward tak menyediakan indikator mengenai probabilitas. Bila Anda membeli sebuah lotre undian sebesar 500,000 Rupiah, boleh jadi akan memenangkan 5 juta atau bahkan 50 juta, namun probabilitas (kemungkinan untuk menang) begitu rendah disbanding dengan kemungkinan untuk profit di pasar saham.

(Rahmat Hidayat)