Berhenti Kerja, Akhrinya Sukses Jadi Juragan Kuliner Pisang

Berhenti Kerja, Akhrinya Sukses Jadi Juragan Kuliner Pisang

87
0
SHARE

Berhenti Kerja, Akhrinya Sukses Jadi Juragan Kuliner PisangAnalisaToday – Keberhasilan menjadi seorang yang sukses di usia yang relatif muda, awalnya tidak mudah bagi Al Ashri Maharranu (25) untuk melepaskan posisinya yang sudah mapan sebagai pengawas di salah satu perusahaan swasta. Pengusaha muda yang dijuluki Mahar ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan di akhir 2014 lalu dan kini mulai serius membuka usaha makanan ringan dari pisang.

“Mula bisnis Pisang Meler Mas Mahar ketika saya meninggalkan pekerjaan saya sebagai pengawas di salah satu perusahaan swasta. Saya memutuskan seminggu untuk membuka usaha pisang camilan ini. Saya juga membuka bisnis serupa tetapi bernama pisang kremes di tahun 2009. Namun, karena pertama tidak mempersiapkan bisnis yang matang akhirnya runtuh dan saya memutuskan untuk bekerja sampai akhir 2014 saya memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Mahar.

Usaha pengolahan pisang dari modal awal sekitar 5 juta, pria berkacamata ini pernah mengaku kesulitan mempromosikan bisnis melalui media online. “Karena upaya ini saya mulai dari rumah saya, melakukan promosi bisnis melalui media online dengan sistem pesanan. Waktu untuk mendapatkan pembeli sangat banyak tapi pada awal Maret, saya akhirnya mulai banjir orderan dan saya mulai berani membuka outlet di teras supermarket,” kenang Mahar.

Pengusaha sukses dalam bisnis Pisang Meler Mas Mahar terinspirasi karena melihat kisah sukses dari almarhum Bob Sadino, Mahar bukan keluhan sedikit pun bahkan dalam upaya awal merintis ia menghadapi beberapa kendala usaha.

Sejauh ini, Pisang Meler Mas Mahar bisa di temui melalui media online seperti Facebook dan Twitter. Adapun media selebaran yang ia bagikan ke lingkungan dan memanfaatkan kata pemasaran mulut.

Selain mengembangkan bisnis yang baik, Mahar mengklaim kesuksesannya setelah menjadi pengusaha, antara lain, bisa makmur dan sedikit menyisihkan laba operasi untuk disumbangkan ke berbagai panti asuhan di sekitar tempat karyawannya. “Kunci dalam bisnis adalah rajin, pekerja keras, disiplin, inovatif dan pasti tidak pernah menyerah. Karena bagaimanapun juga nama perusahaan, ada naik dan surut bahwa kadang-kadang di atas kadang di bawah,” tutupnya.

(Santi Damayanti)