Gagal di Pasar Saham, Kini Sukses Jadi Pengusaha Batik

Gagal di Pasar Saham, Kini Sukses Jadi Pengusaha Batik

62
0
SHARE

Gagal di Pasar Saham, Kini Sukses Jadi Pengusaha BatikAnalisaToday – Konsep yang disampaikan kepada dunia usaha tampaknya telah dirasakan oleh Mawan Probodipuro (34) sebelum kesuksesan bisnis pelopor Bisnis Proboparon Batik seperti saat ini. Mulai beroperasi pada bisnis batik pada tahun 2012 yang lalu, sebelumnya ia mengalami kegagalan dalam dunia pasar saham. Mulai dari bisnis rebus mie, milo, dan susu saat menghadiri kuliah di Bandung, pedagang menjual produk di pasar Cielunyi ketika bazaar di masjid kampus, telah mencoba untuk perdagangan saham pada tahun 2009, akhirnya dia malah membuat lebih buruk karena kebangkrutannya yang cukup besar.

Pasang surut dalam merintis usaha memberikan pengalaman dalam bisnis Mawan untuk berhasil dalam dunia bisnis. “Pada tahun 2009 usaha saya di bidang perdagangan saham hancur dan di sanalah saya runtuh. Mobil dan rumah dijual. Saya stres dan bingung. Kemudian saya mencoba untuk melompat ke bisnis online, setiap malam untuk pergi ke warnet terdekat rumah Anda untuk mencari produk dan pasokan barang seperti mainan, yang merupakan aset yang saya ambil dari seorang teman yang menjual di pasar. Saya membantu berjualan secara online dengan modal gambar yang gambar dengan ponsel kamera,” kata Mawan.

Pemilik batik hanya menjual produk untuk anak-anak, Mawan juga harus menjual produk kecantikan dan kain bergaris yand diproduksi teman jaringan striatal di Klaten. ”

Dalam percakapan santai, sebagai hasilnya Mawan mulai memproduksi kain batik dengan motif abstrak. Pada saat itu Mawan bingung untuk membuat batik, sampai salah satu saudaranya mengusulkan nama batik Proboparon yang berarti Probo adalah Raja, dan Paron berarti setengah. “Konsep kami ketika saya menemukan di kain batik ada beberapa alasan, motif tradisional bisa setengah setengah abstrack alasan kontemporer. Pada saat itu produksi kita lakukan dalam pengiriman saudara saya di belakang kampus UNS Surakarta. Kinerja maka saya mempromosikan melalui media massa, berbekal pengalaman saya melakukan bisnis online tidak baru ke Internet dan promosi online. Sosial media, iklan online, dan kios lain dari produk posting saya batik Proboparon seperti . Terakhir, banyak yang mengakui dan memesan” kata Mawan.

Seiring banyak permintaan konsumen, rumah tamu yang pada awalnya digunakan sebagai tempat produksi tidak mampu menampung semua kegiatan bisnis Proboparon batik. “Ruang terbatas dan adik asrama perguruan tinggi yang semakin padat, memaksa saya untuk menemukan pengrajin di Solo dan sekitarnya. Dan juga bertemu dengan beberapa perajin batik yang bekerja sama untuk menghasilkan Proboparon batik. Aku menunjuk konsep dan ide-ide, tetapi bisa lakukan di rumah untuk memproduksi masing-masing dengan bahan baku sendiri,” katanya.

(Santi Damayanti)