BI: Persediaan Valas Rendah, Rupiah Melemah

by

Financeroll – Otoritas Bank Indonesia (BI) menyatakan melemahnya rupiah pada awal tahun ini merupakan akibat kurangnya persediaan valas di dalam negeri. “Rupiah melemah permasalahannya karena shortage supply dollar valuta asing dari hari ke hari,” kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Kantor BI, Jakarta, Jumat (25/1).

Menurut Hartadi, tidak ada perubahan fundamental dari instrumen atau apapun terkait melemahnya rupiah tersebut. Di dalam BOP (Balance of Payment atau neraca pembayaran) kita masih surplus overall-nya, artinya defisit di current account masih bisa ditutupi oleh capital account (neraca modal). Porsi dalam BOP masih banyak yang didukung oleh investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).

Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (25/1) ditutup melemah 30 poin (0,31%) ke angka 9.650-9.665 dari posisi Rabu 9.620-9.630. Penguatan euro salah satunya dipicu oleh positifnya data-data ekonomi Eropa dalam 24 jam terakhir. Data manufaktur Jerman dirilis positif jadi 48,8 dari publikasi sebelumnya 46.

Lebih lanjut Hartadi menambahkan, prediksi membaiknya pertumbuhan perekonomian dunia pada 2013 juga akan berdampak membaiknya ekspor di Tanah Air. Oleh karena itu, defisit ekspor-impor hanya sebagian yang tertutupi dengan dana tunai di pasar. [geng]