BI Siap Stabilkan Rupiah Jika The Fed Naikkan Suku Bunga

BI Siap Stabilkan Rupiah Jika The Fed Naikkan Suku BungaBank Indonesia (BI) menyebutkan bakal melindungi kestabilan nilai tukar rupiah menyusul gagasan kenaikan suku bunga referensi (Fed Fund Rate/FFR) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) pada Maret 2017. Otoritas moneter itu memakai dua kebijakan intervensi di pasar valas dan juga Surat Berharga Negara (SBN).

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkap, BI selalu memonitor perkembangan gagasan kenaikan tingkat bunga The Fed di bln. ketiga ini. Dari Federal Open Market Committee (FOMC), gagasan penyesuaian ini makin bulat dengan hasil kian lebih 90 %.

Ini adalah satu perkembangan yang kita butuh cermati. Kita bakal merespons dengan baik keadaan ini pada umumnya.

Dia menerangkan, BI sebagai otoritas moneter bakal melindungi kestabilan nilai tukar rupiah pada mata uang asing, termasuk juga dolar Amerika Serikat (AS). Jika berlangsung gejolak kurs rupiah terlalu berlebih, BI bakal lakukan intervensi baik di pasar valas ataupun SBN.

Bila berlangsung volatilitas tinggi, tentu BI bakal merespons. Namun kita selalu melindungi nilai tukar rupiah agar mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dengan tak sangsi ada di pasar untuk jagalah kestabilan.

Walau demikian, menurut Agus, BI tak membidik untuk melindungi kurs rupiah ada pada satu level spesifik. ” Kita tak lalu membidik satu nilai tukar rupiah spesifik. Yang harus dijaga volatilitasnya, ” ucapnya.

Agus memprediksi efek kenaikan tingkat bunga The Fed akan tidak besar untuk Indonesia. Argumennya, negara ini mempunyai kestabilan system keuangan dan juga kemampuan makro ekonomi yang sehat.

Sambungnya, kestabilan perekonomian nasional diperlihatkan dengan perkembangan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran, defisit transaksi jalan yang terbangun dengan baik.

Dengan hal tersebut, resiko capital reversal (pelarian modal) maupun desakan yg tidak kita kehendaki tak berlangsung.

Data kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar mata uang garuda pada perdagangan hari ini alami penguatan ke level 13. 364 per dolar AS. Sesaat pada penutupan perdagangan minggu lantas, rupiah masihlah bertengger di level 13. 375 per dolar AS.