Di Asia Aussie Jatuh Pada Perdagangan Rabu

Di Asia Aussie Jatuh Pada Perdagangan Rabu

14
0
SHARE

Di Asia Aussie Jatuh Pada Perdagangan RabuAnalisaToday – Aussie jatuh pada hari Rabu di Asia setelah lebih lemah dari konstruksi diharapkan dan data upah dengan investor menunjukkan keprihatinan atas ekonomi global suram. USD / JPY berpindah tangan pada 112,03, turun 0,06%, sementara AUD / USD diperdagangkan pada 0,7199, turun 0,08%.

Di Jepang, indeks harga jasa perusahaan naik 0,2% dibandingkan dengan gain yang diharapkan dari 0,3%. Di Australia, angka kuartal keempat untuk pekerjaan konstruksi selesai menunjukkan penurunan dari 3,6%, dibandingkan dengan penurunan yang diharapkan dari 2,0% kuartal-ke-kuartal, dan indeks harga upah naik 0,5%, dibandingkan dengan keuntungan yang diharapkan dari 0,6% seperempat pada kuartal.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, naik 0,08% pada 97,46. Semalam, dolar hampir tidak berubah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa setelah rilis laporan ekonomi AS campuran dan karena harga minyak turun lebih lanjut.

National Association of Pengecer mengatakan bahwa penjualan rumah yang ada naik 0,4% pada bulan Januari untuk 5,47 juta unit dari 5,45 juta unit pada bulan Desember. Para analis telah memperkirakan penjualan rumah yang ada jatuh 2,9% ke 5,32 juta unit bulan lalu.

Secara terpisah, AS Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen jatuh ke level terendah tujuh bulan 92,2 bulan ini dari pembacaan 97,8 pada Januari, yang angka direvisi dari yang dilaporkan sebelumnya 98,1. Analis memperkirakan indeks jatuh ke 97,0 pada bulan Februari.

Sementara itu, harga minyak mendorong lebih rendah menyusul komentar bearish dari menteri minyak Iran Bijan Zanganeh, yang disebut kesepakatan keluaran freeze pekan lalu antara Arab Saudi dan Rusia “konyol”.

Usulan minggu lalu oleh Arab Saudi, Rusia, Venezuela dan Qatar untuk produsen minyak untuk membekukan output pada tingkat Januari menempatkan “tuntutan yang tidak realistis” terhadap Iran, Zanganeh mengatakan menurut kantor berita Iran Shana. Di Bank of Laporan Inflasi dengar pendapat Inggris pada Selasa, Gubernur BoE Mark Carney mengatakan bahwa bank sentral akan memperlakukan Brexit seperti peristiwa politik lainnya.

Sementara itu, Swiss National Bank Thomas Jordan memperingatkan tidak bisa mengambil “tak berujung” langkah-langkah untuk memudahkan kebijakan moneter. Jordan juga mencatat bahwa bank sentral harus terus menerus menilai dampak kebijakan moneter mereka, yang dapat melemahkan dari waktu ke waktu.

(Reshie Fastriadi)