Dolar AS masih perkasa, benamkan mata uang lainnya

by

Dolar AS masih perkasa, benamkan mata uang lainnya.Financeroll – Dolar AS masih melanjutkan keperkasaannya atas mata uang lainnya dalam perdagangan hari Kamis (20/06) dengan berakhir menguat. Sehari sebelumnya, paska pernyataan Ben Bernanke bahwa bank sentral akan mulai memperlambat kebijakan pembelian obligasi setidaknya di akhir tahun ini.

OctaFX

Respon pasar sangat signifikan, dimana nilai tukar mata uang negara-negara berkembang langsung anjlok tajam dan Dolar AS melejit bahkan mencetak rekor terkuatnya atas Lira Turki. Di Asia sendiri, Dolar AS makin perkasa dengan tambahan dorongan data ekonomi Cina yang secara mengejutkan menyatakan lebih rendah dari perkiraan atas angka indek Purchasing Manager.

Hal yang ingin ditekankan adalah bagaimana menguatnya Dolar AS ini menyikapi kebijakan yang akan dilakukan The Fed di 2014 sejalan dengan siklus kepemimpinan AS yang akan menjadi bukti kuat akan hal tersebut. Setidaknya hal ini telah membuktikan bagaimana kenaikan Obligasi AS sebagai sesuatu yang diharapkan. Dolar AS diharapkan masih akan menguat dinegara-negara G10.

Indek Dolar AS naik ke 81.823 dari sebelumnya di 81.301, bahkan sempat melejit hingga ke 82.140. Menguatnya Dolar AS juga ditopang dengan data ekonomi terkini AS yang menyatakan bahwa penjualan hunian di bulan Mei mengalami kenaikan yang paling besar sejak November 2009 serta data indek Philadelphia dari The Fed yang melampui ekspektasi.

Pada perdagangan USDJPY, Dolar AS dibeli di 97.38 yen, naik dari sebelumnya di ¥96.36. Dolar AS sempat ke ¥98.28 diawal perdagangan Kamis pagi, sementara EURUSD turun ke $1.3221, dari sebelumnya di $1.3294. Indek GBPUSD juga menurun, meski akhirnya menguat tipis ke $1.5492, dari sebelumnya di $1.5482.

Dolar AS menguat hinggga ke 1.9503 Lira Turki, mencetak rekor tertinggi dengan naik 1.5%. Hal ini terjadi juga akibat intervensi Bank Sentral Turki yang meng intervensi pasar dengan menggelontorkan taku kurang $350 juta dolar.

Menguatnya Dolar AS pada perdagangan hari Kamis juga terindikasi dari memuncaknya kenaikan yield obligasi secara global. Hal ini mendorong kenaikan bea kredit di hampir semua belahan bumi dan mendorong pasar uang semakin terpapar dengan menguatnya Dolar AS.

Dolar Australia masih terpuruk, paska pernyataan The Fed bahwa perekonomian AS tumbuh sebagaimana yang diharapkan telah mendorong Dolar AS naik dan Aussie jatuh ke 92 sen AS bahkan sempat ke 91.63 sen dari sebelumnya di 93.01. Kenaikan yang terjadi di Obligasi AS, hingga yield 3% akan mendorong Aussie dibawah 90 sen AS. (@hqeem)

FBS Markets Inc

sumber : financeroll.co.id