Dolar AS melemah oleh data ekonomi, Euro menguat oleh spekulasi suku bunga

Financeroll – Euro diperdagangkan mendekati kisaran $1.30 atas Dolar AS pada perdagangan Rabu (24/04), dimana banyak investor berspekulasi atas kemungkinan pemangkasan suku bunga Bank Sentral Eropa dalam pertemuan yang dijadwalkan pada awal bulan depan. EURUSD diperdagangkan $1.3016,  naik dari sebelumnya di $1.2997.

Fokus utama pasar tertuju pada Euro dikisaran saat ini. Berbagai data ekonomi yang buruk dari Eropa semakin memperbesar peluang pemangkasan suku bunga Eropa. ECB jauh sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa mereka akan memangkas suku bunga manakala ekonomi Eropa memburuk. Data terkini dari Eropa menunjukkan penurunan indek sentiment bisnis di Jerman untuk bulan April (ifo) pada level terendah dalam empat bulan ini ke angka 104.4 dibulan Maret dari sebelumnya sebesar 106.7. Data sebelumnya menunjukkan sector swasta di Jerman mengalami kontraksi.

Yield Obligasi 2 tahun Italia menurun, menunjukkan kondisi pasar yang nyaman dengan apa yang menjadi kebijakan ECB saat ini, dan pasar memang berharap ECB bisa melakukan kebijakan lain dalam jangka waktu dekat ini.

Pada perdagangan EURJPY, berakhir di ¥129.37 dari sebelumnya di ¥129.33. kenaikan Euro atas Yen ini juga dipicu peningkatan minat investor Jepang atas Yield Obligasi Eropa dibanding Yield Obligasi mereka sendiri yang jatuh akibat kebijakan ekonomi saat ini.

Disisi lain, Dolar AS sendiri tidak bisa menembus 100 Yen setelah data ekonomi AS menunjukkan kondisi ekonomi domestic AS, data permintaan barang tahan lamanya mengalami penurunan. USDJPY diperdagangkan di 99.41 yen dari ¥99.45. Pada perdagangan GBPUSD dibeli di $1.5265 dari $1.5241. Indek Dolar AS turun 82.930 dari 83.024. Sementara AUDUSD diperdagangakan di $1.0271 dari sebelumnya di $1.0266.