Euro Melemah Pada Senin Pagi

Euro Melemah Pada Senin Pagi

16
0
SHARE

Dolar Masih Tetap Stabil Pada Rabu PagiAnalisaToday – Euro melemah terhadap dolar pada Senin setelah laporan pekerjaan AS yang kuat Jumat untuk Desember dan yen menyerah keuntungan semalam, namun investor tetap waspada di tengah sedang berlangsung gejolak di pasar keuangan Cina. EUR / USD turun 0,31% ke 1,0892, masih bertahan di atas level terendah Jumat 1,0801.

Mata uang tunggal stabil terhadap yen, dengan EUR / JPY di 128,27, naik dari posisi terendah sebelumnya 127,63. Yen menyerah keuntungan yang luas setelah bank sentral China pindah untuk mendukung yuan, tetapi penurunan tajam lain di saham Cina semalam menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya Senin, Bank Rakyat China menetapkan tingkat titik tengah harian untuk yuan yang lebih tinggi terhadap dolar. Ini adalah hari kedua bank dipandu yuan kuat, berikut delapan hari bimbingan lemah. Langkah ini meringankan kekhawatiran atas melemahnya mata uang China, tapi saham di Cina anjlok 5% semalam setelah angka inflasi terbaru menambah kekhawatiran atas ekonomi.

Dolar ditambahkan ke keuntungan terhadap yen, dengan USD / JPY naik 0,24% ke 117,72 setelah jatuh ke posisi terendah 116,68 semalam, terlemah sejak 24 Agustus. Greenback juga lebih tinggi terhadap safe haven franc Swiss tradisional, dengan USD / CHF di 0,9969, naik dari posisi terendah sebelumnya 0,9882.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, naik 0,19% ke 98,64. Permintaan untuk dolar terus didukung berikut kuat laporan pekerjaan AS Jumat untuk Desember.

Ekonomi AS menambahkan 292.000 pekerjaan bulan lalu, setelah meningkat 252.000 sebuah direvisi pada bulan November. Para ekonom telah memperkirakan payrolls naik 200.000. Tingkat pengangguran bertahan stabil pada tahun tujuh-dan-a-setengah rendah dari 5% pada bulan Desember. Laporan ini didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga pada kecepatan yang lebih cepat tahun ini. Suku bunga AS yang lebih tinggi akan membuat dolar lebih menarik bagi hasil-mencari investor.

(Kikie Aditya)