Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Pada Selasa Pagi

Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Pada Selasa Pagi

11
0
SHARE

Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Pada Selasa PagiAnalisaToday – Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 49,92 poin oleh, atau 1,21 persen, ke 4,070.58 pada sesi pertama perdagangan Selasa, menyusul penurunan besar dalam ekuitas pasar regional. Sementara itu, indeks 45 saham paling likuid (LQ45) turun 12,78 poin, atau 1,88 persen, ke 667,51.

Di Asia, indeks Hang Seng Hong Kong turun 3,22 persen; Nikkei Jepang turun sebesar 2,91 persen; dan Indeks Straits Times Singapura turun 1,36 persen. Mandiri Sekuritas analis teknis Hadiyansyah meramalkan bahwa di tengah pasar global tidak kondusif, itu kemungkinan bahwa IHSG akan rebound setelah memukul pita yang lebih rendah dari 4072.

“Berdasarkan beberapa indikator teknis indeks, ada tanda-tanda umum dari penurunan. Saya memperkirakan IHSG akan duduk antara 4072 dan 4200” katanya seperti dikutip kantor berita Antara.

Namun demikian, lanjut dia, situasi pasar ekuitas sekarang cukup menarik bagi para pedagang konservatif dan investor berorientasi jangka panjang yang ingin memulai mengumpulkan dan bahkan menambah portofolio mereka.

Sementara itu, kepala penelitian Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan sentimen eksternal telah memiliki dampak psikologis negatif pada investor domestik.

“Kesengsaraan pasar di China telah mendorong turun Dow Jones Industrial Index sebesar 1,92 persen,” katanya.

Satrio mengharapkan rencana pemerintah untuk mengeluarkan paket stimulus ekonomi kedua akan mengurangi efek dari sentimen global yang negatif dan menahan IHSG dari menjatuhkan lanjut.

Rupiah turun 2,1 persen minggu ini, terbesar sejak November 2013, menjadi ditutup pada 14.686 dolar, menurut laporan dari Bloomberg. Rupiah turun 0,3 persen pada hari Jumat, menyentuh 14.710 per dolar, level terlemah sejak Juli 1998. Mata uang telah jatuh 9,2 persen sejauh kuartal ini dalam performa terburuk di Asia setelah ringgit Malaysia.

Standard & Poor terakhir FAQ Kredit mengungkapkan bahwa proporsi perusahaan dengan rating outlook negatif meningkat menjadi 20 persen selama dua kuartal terakhir. Pada bulan April, prospek negatif berdiri kurang dari 10 persen dari perusahaan.

(Reshie Fastriadi)