Jumat Siang, Nilai Rupiah Stagnan di Level Rp 9.650/USD

by

Financeroll – Nilai tukar rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat pagi hingga siang (18/1) belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp 9.650 per dolar AS. Kurs mata uang rupiah cenderung minim dorongan fluktuasi, meski demikian nilai tukar domestik terhadap dolar AS dapat bergerak menguat menyusul respon pernyataan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang akan berkoodinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam bentuk pembelian dolar AS oleh BUMN dan dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui pasar sehingga mengurangi tingkat volatilitas.

Selain itu, kabar positif dari lembaga moneter internasional (IMF) yang menyetujui pencairan dana bailout untuk Spanyol dan Portugal serta perkiraan positifnya rilis produk domestik bruto (PDB) China. Rupiah juga mendapat sentimen positif dari laporan Beige Book AS dimana angka inflasi masih rendah di level 1,7 persen (YoY) sehingga masih membuka peluang stimulus lanjutan.

Terserapnya lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (15/1) lalu juga masih menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. SUN yang terserap pada hari lalu masih menjadi sentimen positif bagi nilai tukar domestik.

Nilai rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS paska kebijakan BI yang mengatur pembelian valuta asing (valas) PT Pertamina dan PT PLN, dua BUMN yang banyak membutuhkan dolar AS. Kedua BUMN tersebut hanya diperbolehkan membeli dolar AS pada tiga bank yang ditunjuk, dan selanjutnya ketiga bank itu akan meminta valas langsung kepada BI, tidak mencari di pasar. [geng]