Financeroll - Terdorong oleh kebijakan Bank Indonesia (BI), nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada akhir pekan bergerak menguat sebesar 10 poin menjadi Rp 9.640 dibanding sebelumnya di posisi Rp 9.650 per dolar AS.

Kurs rupiah menguat terhadap dolar AS pasca kebijakan BI. Bank sentral mengatur pembelian valuta asing (valas) PT Pertamina dan PT PLN, dua Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang banyak membutuhkan dolar AS. Kedua BUMN tersebut hanya diperbolehkan membeli dolar AS pada tiga bank yang ditunjuk, dan selanjutnya ketiga bank akan meminta valas langsung kepada BI, dan tidak mencari di pasar uang.

Selain itu, kebijakan pemerintah menaikkan kuota konsumsi BBM subsidi merupakan konsekuensi meningkatnya impor minyak mentah, dan otomatis kebutuhan valas juga meningkat apalagi harga minyak mentah dunia perlahan mulai naik.

Hal tersebut dapat mengurangi tekanan permintaan di pasar valas dan mengurangi tekanan pelemahan rupiah. Sebagai informasi, pada kurs tengah BI, rupiah bergerak menguat nilainya menjadi Rp 9.685 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.690 per dolar AS. [geng]

Dapatkan Informasi Terkini dari AnalisaToday.com!