Permintaan Dolar Meningkat, Rupiah Cenderung Melemah

by

Financeroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Jumat (1/2) diprediksi melemah. Salah satunya karena faktor tingginya permintaan dolar AS di akhir dan awal bulan. Potensi pelemahan rupiah akhir pekan ini, salah satunya dipicu oleh tekanan negatif dari sisi suplai. Permintaan dolar AS pada akhir bulan dan awal bulan oleh importir terhadap dolar AS kemungkinan akan meningkat.

Selain itu, dolar juga diburu untuk kebutuhan pembayaran jatuh tempo seperti gaji terutama untuk pekerja warga negara asing, utang jatuh tempo, impor dan lain-lain. Karena itu, rupiah berpeluang melemah dalam kisaran 9.695 hingga 9.830 per dolar AS
Di sisi lain, data-data AS yang dirilis Jumat ini sudah diprediksi angkanya masih positif sehingga kecenderungannya membangkitkan hasrat pasar atas aset berisiko termasuk rupiah (risk appetite). Tapi, karena faktor suplai dolar AS yang berkurang akibat kebutuhan akhir bulan, hasrat terhadap rupiah menjadi tertahan.

Selain itu, data Non-farm payrolls AS yang akan dirilis nanti malam sudah diprediksi naik ke 161 ribu untuk Januari 2013 dari bulan sebelumnya 155 ribu. Begitu juga dengan ISM Manufacturing Index AS yang diprediksi naik menjadi 50,8 dari publikasi sebelumnya 50,7. Selain faktor suplai dolar AS, pada saat yang sama, arah dolar AS masih dalam penguatan.

Sementara itu, terkait manipulasi nilai tukar rupiah di pasar Non-Delivered Forward (NDF) di Singapura, masih dalam investigasi antara Bank Indonesia (BI) dengan otoritas moneter Singapura. Karena itu, tekanan spekulatif dari pasar offshore mungkin mereda karena dalam proses investigasi. Jadi, terdapat manipulasi nilai tukar rupiah yang sudah diatur sehingga menjadi tidak murni spekulan. Ini masih dalam investigasi dan belum tentu benar juga.

Selebihnya, pasar akan kembali mencermati negosiasi jurang fiskal AS babak baru. Sebab, pemotongan anggaran di sektor pertahanan berdampak signifikan pada kontraksi PDB AS ke -0,1%. Karena itu, dipastikan terdapat perdebatan soal anggaran belanja AS lebih lanjut dan ditakutkan berakibat buruk pada PDB AS. Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Kamis (31/1) ditutup melemah 56 poin (0,57%) ke posisi 9.739-9.749. [geng]