Platform hutang AS disetujui, Dolar AS menguat.

Financeroll – Pada perdagangan Rabu (23/01) Dolar AS berakhir menguat di sesi perdagangan New York, dimana disetujuinya pagu hutang pemerintah AS telah mendorong kenaikan nilai Dolar AS atas mata uang besar lainnya.

Disisi lain, Kanada akhirnya menunda untuk menaikkan suku bunga mengingat perekonomian Kanada saat ini yang juga tengah mengalami pertumbuhan yang lambat. Indek Dolar AS atas mata uang besar lainnya menguat ke 79.938 dari sebelumnya di 79.892, meski sempat jatuh ke 79.70 sebelum berbalik arah naik.

Pada hari Rabu, pihak Perlemen AS mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pagu hutang pemerintah AS sebesar $16 trilyun hingga 19 Mei nanti, hal ini disepakati untuk menjauhkan kemungkinan pemerintah AS mengalami gagal bayar dalam beberapa sector disaat Konggres AS dan Pemerintah tengah berunding mengenai pemangkasan anggaran yang deficit. Pada 2011 silam, perdebatan mengenai pagu hutang seperti ini telah membuat pertumbuhan ekonomi AS melambat dan berimbas pada pasar saham global.

Kanada menunda kenaikan suku bunga kembali, dimana Bank of Canada memilih mempertahankan suku bunga 1% yang mereka pertahankan sejak September 2010. Pertumbuhan ekonomi yang masih lamban menjadi pertimbangan untuk mempertahankan suku bunga rendah ini, dan target inflasi juga masih ditahan. Pada perdagangan USDCAD akhirnya Dolar naik 0.7% dan dibeli pada harga 99.89 sen Kanada.

Langkah BoC ini memang lebih lunak dan sudah disikapi pasar, bahkan diperkirakan akan demikian hingga 2014 nanti. Target inflasi sebesar 2%, untuk menyeimbangkan sector rumah tangga dan merangsang perekonomian. Bank of Canada juga memangkas proyeksi pertumbuhan mereka menjadi hanya 2% dari sebelumnya sebesar 2.3%, melemahnya bisnis di Kanada menjadi pertimbangan untuk tetap mempertahankan suku bunga rendah. Secara mengejutkan aktifitas ekspor memberikan kontrbusi besar dalam memperlambat pertumbuhan ekonomi mereka di semester kedua 2012. Diperkirakan bahwa di semester kedua 2014 mereka baru bisa pulih.

Pertumbuhan ekonomi Kanada diperkirakan akan mencapai puncak di tahun 2013 ini meski demikian ekspor diperkirakan masih akan lemah dan baru naik di 2014, hal ini berdasarkan kenyataan bahwa perekonomian global diperkirakan masih akan lemah hingga tahun depan. Bank Sentral Kanada juga memperkirakan Indek Konsumen Utama mereka disekitar angka 1% sebelum akhirnya naik secara perlahan sejalan dengan inflasi yang ditargetkan mencapai 2% di semester kedua 2014.

Sementara itu dalam perdagangan Sterling dengan Dolar AS, GBPUSD berakhir naik 0.1% ke $1.5845. Pada hari Rabu, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengutarakan untuk melakukan referendum mengenai apakah Inggris akan tetap tinggal dalam Uni Eropa atau tidak yang akandilakukan dalam satu hingga dua tahun ini atau pada 2015 nanti.

Euro sendiri diperdagangkan naik dalam EURUSD ke $1.3318 dari sebelumnya di $1.3311 meski sepanjang sesi perdagangan dalam tekanan setelah sebelumnya naik 2%. Kenaikan yang terjadi pada Euro dianggap sebagian pelaku pasar sudah cukup tinggi dan berharap ada koreksi sambil menunggu informasi yang akan memberikan kejelasanarah pasar.

Terhadap Yen Jepang, Dolar AS mengalami penurunan ke Yen 88.61 dari sebelumnya di Yen 88.74. Menguatnya Yen ini tak lepas dari keputusan Bank Sentral Jepang yang memutuskan untuk melakukan pembelian asset kembali pada tahun depan dan sebagai perwujudannya maka pemerintah Jepang akan melakukan kebijakan moneter yang lebih lunak pula. Pasar disisi lain menilai langkah ini memang tidak terlalu penting dan langkah Perdana Menteri Abe yang secara agresif telah menaikkan target inflasi sebesar 2% bisa saja tidak terwujud.

Pada perdagangan EURJPY, Euro dibeli di harga Yen 118.05 turun dari sebelumnya di Yen 118.10. Sementara pada perdagangan AUDUSD, hanya berubah sedikit di $1.0548, setelah pihak Asutralia memperkirakan inflasi masih lebih rendah daripada perkiraan sehingga memberikan peluang untuk memangkas suku bunga dimasa yang akan datang.