Rupiah Stagnan di Level Rp 9.670/USD

by

Financeroll – Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Rabu sore tidak bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp 9.670 per dolar AS. Kurs rupiah masih rentan tekanan tetapi tampaknya masih dalam penjagaan BI sehingga nilai tukar domestik stabil.

Pekan ini nilai tukar rupiah relatif stabil dengan kecenderungan bergerak di kisaran yang sempit. Kondisi itu menunjukkan kestabilan kurs rupiah masih dalam penjagaan Bank Indonesia (BI). Diperkirakan kurs rupiah stabil bergerak di kisaran antara Rp 9.620-Rp 9.680 per dolar AS.

Di sisi lain, BI mencoba menstabilkan kurs rupiah salah satunya dengan mengatur pembelian valas PT Pertamina dan PT PLN melalui tiga bank BUMN yang langsung membeli dari BI. Kedua BUMN itu merupakan pembeli dolar AS terbesar di pasar domestik, mencapai hingga 30% dari volume perdagangan. Meningkatnya harga minyak mentah dunia secara perlahan membuat pembelian valas kedua BUMN meningkat.

Meskipun rupiah masih belum ada tanda-tanda penguatan secara alamiah, lanjut Lana, dana asing yang masuk terus berlanjut walaupun tipis. Tekanan eksternal juga tidak banyak mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap mata uang asing. Pelaku pasar menunggu data neraca perdagangan yang akan keluar pada 1 Februari minggu ini. Sementara itu, pada kurs tengah BI rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp 9.690 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.680 per dolar AS. [geng]