Financeroll – Menguatnya optimisme pelaku pasar terhadap terserapnya lelang Surat Berharga Negara (SBN) membuat kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS melanjutkan penguatan pada Selasa sore sebesar 50 poin menjadi Rp 9.700 dibanding sebelumnya di posisi Rp 9.750 per dolar AS. Lelang SBN Selasa ini diperkirakan terserap sehingga mendorong nilai tukar domestik melanjutkan peningkatan terhadap dolar AS.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar asing juga tengah melakukan ekspansi portofolio di pasar keuangan negara-negara berkembang (emerging market). Sentimen eksternal terkait dengan Januari effect,biasanya dalam kondisi itu fund manager merestrukturisasi aset di awal tahun untuk penempatan portofolionya.

Di sisi lain, pasar negara-negara berkembang masih memiliki potensi pertumbuhan sehingga perusahaan pengelola aset akan menyasar pasar berisiko. Meski demikian, penguatan nilai tukar rupiah masih tertahan dipicu dari impor dalam negeri yang masih cukup tinggi sehingga meningkatkan permintaan mata uang dolar AS.

Diprediksi nilai rupiah masih berisiko, persediaan dolar AS di dalam negeri terbatas seiring impor Indonesia terutama BBM masih tinggi sehingga permintaan dolar AS meningkat. Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp 9.740 dibanding posisi sebelumnya sebesar Rp 9.670 per dolar AS. [geng]

Dapatkan Informasi Terkini dari AnalisaToday.com!