Senin Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp 9.665 / USD

by

Financeroll – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi (14/1) bergerak menguat sebesar 125 poin terhadap dolar AS seiring dengan penjagaan Bank Indonesia (BI). Mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pagi ini bergerak menguat 125 poin menjadi Rp 9.665 dibanding sebelumnya di posisi Rp 9.790 per dolar AS.

Kurs rupiah bergerak menguat menyusul Bank Indonesia (BI) yang terus mengambil langkah penjagaan untuk mengendalikan pasar keuangan. BI akan mengintervensi nilai tukar rupiah kembali ke porsi yang ideal dan masalah ini merupakan persoalan pengendalian pasar bukan peraturan.

Meski tidak secara detil dikemukakan langkah BI namun, cukup dapat menenangkan pasar bahwa BI akan segera mengendalikan dan menahan laju pelemahan rupiah. Selain itu, pergerakan mata uang rupiah yang naik juga merespon rilis data suku bunga Korea Selatan yang bertahan di level 2,75 persen.

Namun, di sisi lain laju penguatan nilai tukar domestik terhadap dolar AS tertahan oleh sentimen pelemahan produksi industri dari beberapa negara di Eropa sehingga nilai tukar euro pun belum mampu menguat. Kurs mata uang rupiah memiliki potensi penguatan karena ada lelang perdana Surat Berharga Negara (SBN) pada Selasa, 15 Januari.

Kementerian Keuangan akan melakukan lelang perdana SBN pada Selasa 15 Januari dengan target indikatif Rp 7 triliun untuk dua seri baru SPN tiga dan 12 bulan, dan tiga seri FR (reopening). Lelang perdana itu merupakan tantangan untuk memikat dana asing karena menjadi lebih berisiko kendati masih menarik dengan ekspektasi penguatan rupiah ke depan. [geng]